Oknum TNI di Kendari Diduga Cabuli Siswi SD, Korban Trauma Berat hingga Coba Bunuh Diri

KENDARI, SIAR POST – Derita yang dialami AKS (12), seoran siswi sekolah dasar negeri (SDN) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), belum juga berakhir Bocah perempuan itu diduga menjadi korban penc*bulan oleh oknum TNI di Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone.

Sejak peristiwa tersebut terjadi, tangis korban disebut tak pernah reda dan tarik rambutnya hingga beberapa kali mencoba mengkhiri hidpnya sendiri.

Peristiwa dugaan pel*cehan itu terjadi di garasi rumah terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), pada Selas (14/4/2026).

Trauma mendalam yang dialami korban membuat kondisi psikologisnya terus memburuk. Di usia yang masih belia, AKS harus menjalani hari-hari penuh ketakutan dan tekanan batin.

Tante korban, VN, mengungkapkan bahwa keluarga terus berusaha menjaga kondisi korban agar tidak melakukan tindakan yang memb*hayakan dirinya sendiri.

“Masih trauma berat. Pernah mau ambil pisu, bn*h diri tapi ditahan sama mamanya. Dia berteriak saja dan tarik-tarik rambutnya,” ungkap VN, Kamis (14/5/2026) lalu.

Sementara itu, Komandan Kodim 1417/Kendari, Danny Arianto Pardamean Girsang, menyampaikan bahwa proses pencarian terhadap anggotanya masih terus berlangsung meskipun kasus tersebut telah berjalan lebih dari sebulan.

la mengatakan pihaknya masih melakukan upaya pencarian dan berharap proses tersebut segera membuahkan hasil. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (14/5/2026).

Hingga kini, sudah 22 hari berlalu sejak kasus tersebut mencuat. Namun, keberadaan Sertu Majid Bone yang diduga terlibat dalam kasus tersebut masih belum diketahui. Upaya pencarian terus dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil.

Terpisah, Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, menjelaskan bahwa sebelum ditangani Denpom, yang bersangkutan sempat menjalani pemeriksaan di Kodim 1417/Kendari. Namun, ia meninggalkan lokasi pemeriksaan dan hingga kini masih dalam pencarian.

“Yang bersangkutan belum sempat diserahkan ke Denpom. Saat pemeriksaan di Kodim, ia meninggalkan lokasi,” jelas Haryadi, Rabu (29/4/2026).

Sumber : Sultrafeed

Exit mobile version