Lombok Utara, SIARPOST – Temuan bakteri pada sejumlah sampel air yang sempat menjadi sorotan publik tidak dianggap sepele oleh manajemen PDAM Amerta Dayan Gunung. Alih-alih membantah, perusahaan daerah tersebut memilih menelusuri sumber persoalan melalui serangkaian verifikasi lapangan dan pengujian ulang untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Manager Teknik PDAM Amerta Dayan Gunung, Malik Achmad Aljabar, Selasa 02/06/2026 menjelaskan bahwa hasil uji awal yang dilakukan Laboratorium Kesehatan (Labkes) Dinas Kesehatan Kota Mataram pada April 2026 langsung ditindaklanjuti oleh tim teknis PDAM.
Langkah verifikasi lapangan dilakukan pada 23 April 2026 dengan melibatkan bidang teknik dan sub bidang produksi.
Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan adanya perbedaan lokasi dan sumber pengambilan sampel. Pada lokasi SPPG Luk Barat, sampel yang menjadi perhatian diambil dari tandon setempat, sementara di SPPG Gondang sampel berasal langsung dari kran jaringan PDAM. Perbedaan titik pengambilan ini dinilai penting karena dapat memengaruhi hasil pengujian yang diperoleh.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif, PDAM kemudian meminta pengujian lanjutan kepada Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi NTB. Pengambilan sampel dilakukan pada 28 April 2026 di sejumlah titik yang dianggap representatif.
Hasil pengujian lanjutan menunjukkan temuan yang tidak seragam. Pada titik Timur Lekok, laboratorium tidak menemukan kandungan total coliform maupun E. coli. Sementara itu, pada titik Kran SPPG Luk Timur ditemukan total coliform sebesar 10 CFU per 100 mililiter, namun tidak ditemukan bakteri E. coli.
Menurut Malik, fakta tersebut menunjukkan bahwa kondisi kualitas air tidak bisa disimpulkan secara menyeluruh hanya berdasarkan satu titik pengambilan sampel. Setiap hasil harus dibaca sesuai lokasi, jenis sumber sampel, serta kondisi lingkungan di titik tersebut.
“Karena itu kurang tepat apabila hasil pada titik tertentu langsung digeneralisasi sebagai kondisi seluruh sistem pelayanan PDAM. Kami melihat setiap temuan secara spesifik dan berbasis data lapangan,” ujarnya.
Saat ini, PDAM Amerta Dayan Gunung mengaku terus melakukan evaluasi teknis untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas air di jaringan distribusi maupun fasilitas penyimpanan. Penguatan pengawasan mutu air juga menjadi fokus utama guna memastikan layanan air bersih tetap memenuhi standar kesehatan.
Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas air bersih, langkah verifikasi dan pengujian ulang yang dilakukan PDAM menjadi bagian dari upaya memastikan setiap temuan ditangani secara terbuka dan berbasis hasil laboratorium. Bagi manajemen, perlindungan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar.(Niss)
