Lombok Barat, SIAR POST – Pengurus Cabang (PC) PMII Lombok Barat mengecam keras insiden yang menyebabkan Ketua Cabang PMII Lombok Barat, Rizwaul Rizki, mengalami luka hingga berdarah saat mengikuti aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor Gubernur NTB, Selasa (23/6/2026).
Sekretaris Cabang PC PMII Lombok Barat, A. Hadi Al Qawariri, menilai tindakan represif terhadap massa aksi merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
“Kami mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas peristiwa ini, menindak oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, serta mengevaluasi dan mencopot Kapolda NTB sebagai bentuk pertanggungjawaban institusional atas terjadinya tindakan represif dalam pengamanan aksi,” tegas Hadi dalam pernyataan sikap yang diterima, Rabu (24/6/2026).
Menurut Hadi, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dijamin konstitusi sehingga tidak boleh dibungkam dengan tindakan kekerasan.
Ia menegaskan PC PMII Lombok Barat akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga ada kejelasan hukum dan pertanggungjawaban dari pihak terkait.
Dalam pernyataan sikap resminya, PC PMII Lombok Barat menyampaikan lima tuntutan. Pertama, mengecam keras tindakan represif yang mengakibatkan Ketua Cabang PMII Lombok Barat mengalami luka saat menyampaikan aspirasi secara demokratis.
Kedua, mendesak Kapolri mengusut tuntas insiden tersebut secara transparan serta memerintahkan Divisi Propam Polri memeriksa pihak-pihak yang terlibat.
Ketiga, menuntut adanya pertanggungjawaban institusional atas dugaan tindakan kekerasan terhadap massa aksi.
Keempat, mendesak Kapolri mencopot Kapolda NTB sebagai bentuk evaluasi dan tanggung jawab atas peristiwa yang terjadi dalam pengamanan demonstrasi.
Kelima, menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional yang harus dilindungi negara.
“Demokrasi tidak boleh dikawal dengan kekerasan. Negara hukum harus hadir untuk melindungi hak-hak warga negara, bukan justru mencederainya,” demikian bunyi penutup pernyataan sikap PC PMII Lombok Barat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda NTB terkait pernyataan dan tuntutan yang disampaikan PC PMII Lombok Barat maupun kronologi insiden yang menyebabkan Ketua PMII Lombok Barat mengalami luka saat aksi berlangsung. (Red)
