Lombok Timur, SIAR POST – Tuan Guru Haji (TGH) Saiful, salah satu pengelola pondok pesantren di Lombok Timur, menyampaikan kritik dan harapannya kepada pemerintah terkait kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai semakin berat, terutama akibat antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU).
Melalui video yang diunggah di media sosial pribadinya, TGH Saiful meminta seluruh pejabat, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, untuk kembali menata dan memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat, termasuk memastikan distribusi BBM berjalan normal.
Menurutnya, antrean panjang kendaraan di SPBU kini semakin sering terjadi di berbagai daerah. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi keluhan masyarakat karena menghambat aktivitas sehari-hari dan berdampak pada mata pencaharian.
“Kami melihat di mana-mana antrean BBM semakin panjang. Masyarakat berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar kondisi ini kembali normal,” ujar TGH Saiful dalam video tersebut.
Ia menilai situasi saat ini berbeda dibanding satu hingga dua tahun lalu, ketika antrean panjang di SPBU masih relatif jarang ditemukan. Kini, menurutnya, masyarakat merasakan antrean yang semakin panjang dan menyulitkan.
Selain menyoroti persoalan BBM, TGH Saiful juga mengajak pemerintah untuk lebih memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Ia berharap berbagai program pembangunan yang telah dijalankan dengan anggaran besar setiap tahun dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi kehidupan masyarakat.
Menurutnya, BBM merupakan kebutuhan utama yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, distribusi yang lancar menjadi faktor penting agar masyarakat dapat bekerja dan mencari nafkah tanpa hambatan.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan pembenahan agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi kondisi seperti ini,” ungkapnya.
Video berisi kritik dan harapan tersebut telah ditonton banyak pengguna media sosial serta memicu beragam tanggapan dari warganet.
Sebagian besar komentar menyoroti persoalan antrean BBM yang juga dirasakan di sejumlah daerah, sementara lainnya berharap pemerintah segera memberikan solusi atas kondisi tersebut. (Red)
