Lombok utara SIARPOST – Kebutuhan aparatur di Kabupaten Lombok Utara masih jauh dari kata ideal. Di tengah kekurangan sekitar 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah daerah justru hanya membuka 95 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada seleksi tahun ini. Kebijakan tersebut merupakan konsekuensi dari penerapan skema zero growth yang diberlakukan pemerintah pusat.
Artinya, jumlah pegawai baru yang direkrut hanya sebatas menggantikan ASN yang memasuki masa pensiun. Kondisi itu membuat ruang penambahan pegawai menjadi sangat terbatas, meskipun kebutuhan riil di lapangan masih cukup besar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, mengatakan seleksi ASN tahun ini hanya difokuskan pada penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS), tanpa membuka formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Detailnya nanti di BKPSDM. Itu untuk tenaga teknis yang banyak juga kita butuhkan, dan juga tenaga kesehatan,” ujarnya,Rabu 08/07/2026
Menurut Sahabudin, dua sektor tersebut menjadi prioritas karena masih membutuhkan tambahan sumber daya manusia untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah memastikan tidak ada rekrutmen PPPK pada tahun ini. Kebijakan tersebut diambil karena kebutuhan PPPK di lingkungan Pemkab Lombok Utara dinilai sudah hampir seluruhnya terpenuhi.
Terkait terbatasnya kuota CPNS, Sahabudin menegaskan pemerintah daerah hanya menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah pusat melalui skema zero growth.
“Artinya, ya berapa yang pensiun, ya itulah yang kita gantikan. Jadi acuan kita tetap itu,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui jumlah ASN yang dimiliki Lombok Utara saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan ideal berdasarkan analisis beban kerja. Secara kalkulasi, daerah masih kekurangan sekitar 3.000 pegawai untuk mengoptimalkan pelayanan publik di berbagai sektor.
Namun keterbatasan anggaran dan regulasi membuat pemerintah daerah harus menyusun skala prioritas dalam pemenuhan kebutuhan aparatur. Karena itu, formasi yang tersedia tahun ini akan diarahkan untuk mengisi posisi-posisi yang paling mendesak, khususnya pada tenaga kesehatan dan tenaga teknis.
“Untuk saat ini, Pemda akan memaksimalkan formasi yang ada demi mengisi posisi-posisi paling mendesak terlebih dahulu,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mengimbau masyarakat yang berminat mengikuti seleksi CPNS agar menunggu pengumuman resmi beserta rincian formasi yang akan dipublikasikan melalui BKPSDM Kabupaten Lombok Utara.
