MATARAM, SIAR POST – Tidak semua orang mampu bertahan puluhan tahun di dunia jurnalistik. Profesi yang menuntut keberanian, integritas, serta komitmen terhadap kebenaran ini hanya dapat dijalani oleh mereka yang menjadikan pers sebagai jalan pengabdian.
Salah satu sosok yang membuktikan hal tersebut adalah Aminuddin, SH, yang akrab disapa Babe Amin. Pada 7 Juli 2026, pendiri sekaligus pemilik Media Post Kota NTB itu genap berusia 58 tahun.
Di usia yang mencerminkan kematangan dan pengalaman tersebut, Babe Amin tetap dikenal sebagai salah satu tokoh pers yang konsisten menjaga marwah jurnalistik di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Tanah Sumbawa Intan Bulaeng.
Bagi Babe Amin, jurnalistik bukan sekadar profesi untuk mencari nafkah. Pers merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab sebagai penyampai informasi, pengawal demokrasi, sekaligus jembatan aspirasi masyarakat.
Selama puluhan tahun berkecimpung di dunia media, ia terus memegang teguh prinsip bahwa setiap berita harus disajikan berdasarkan fakta, berimbang, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran kabar yang belum terverifikasi, komitmen terhadap akurasi menjadi nilai yang tidak pernah ditinggalkannya.
Melalui Media Post Kota NTB, Babe Amin menghadirkan ruang bagi berbagai persoalan masyarakat. Isu pembangunan, pelayanan publik, hukum, pendidikan, hingga dinamika sosial mendapat perhatian sebagai bentuk kontribusi media lokal dalam mengawal pembangunan daerah.
Perjalanan panjangnya juga menjadi saksi perubahan besar industri media, mulai dari era kejayaan media cetak hingga transformasi menuju platform digital yang serba cepat.
Meski teknologi terus berkembang, Babe Amin tetap meyakini bahwa kecepatan publikasi tidak boleh mengalahkan kualitas, akurasi, dan tanggung jawab jurnalistik.
Di kalangan insan pers, Babe Amin dikenal sebagai sosok senior yang terbuka berbagi pengalaman kepada generasi muda. Menurutnya, menjadi wartawan bukan hanya soal kemampuan menulis berita, tetapi juga tentang keberanian menjaga independensi, integritas, dan tanggung jawab moral kepada publik.
Kiprahnya tidak hanya terlihat melalui karya jurnalistik, tetapi juga dalam membangun ekosistem media lokal yang sehat.
Mempertahankan eksistensi media di tengah persaingan industri yang semakin ketat membutuhkan ketekunan, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta komitmen kuat menjaga independensi redaksi.
Kontribusi Babe Amin turut memperkuat posisi pers lokal sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal jalannya pembangunan di daerah.
Baginya, pers yang sehat bukanlah media yang sekadar memuji ataupun hanya mengkritik, melainkan media yang mampu menghadirkan informasi berdasarkan fakta dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Memasuki usia ke-58, semangat Babe Amin justru menjadi inspirasi bahwa pengabdian seorang jurnalis tidak dibatasi oleh usia.
Pengalaman panjang yang dimilikinya menjadi bekal untuk terus mengingatkan bahwa kredibilitas merupakan aset terbesar yang harus dijaga setiap insan pers.
Perjalanan hidupnya menunjukkan bahwa kepercayaan publik dibangun melalui konsistensi, bukan sensasi. Seorang wartawan akan dikenang bukan karena banyaknya berita yang dipublikasikan, melainkan karena keberaniannya menyampaikan kebenaran, menjaga independensi, dan memegang teguh kode etik jurnalistik.
Di hari ulang tahunnya yang ke-58, Babe Amin tidak hanya dirayakan sebagai pendiri Media Post Kota NTB, tetapi juga sebagai salah satu tokoh pers yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk kemajuan jurnalisme di Nusa Tenggara Barat.
Dedikasi, integritas, dan keteladanannya diharapkan terus menjadikannya inspirasi bagi generasi insan pers dalam menjaga marwah jurnalistik sebagai penyampai kebenaran, pengawal demokrasi, dan suara masyarakat. (Feryal)
