Bursa Ketua KONI NTB Dibuka, Baru Satu Utusan Calon Muncul Hingga Hari Kedua

MATARAM, SIAR POST – Bursa pemilihan Ketua Umum KONI Nusa Tenggara Barat (NTB) masa bakti 2026–2030 mulai menunjukkan dinamika. Hingga hari kedua pembukaan pendaftaran, Kamis (6/8/2026), baru satu utusan bakal calon yang tercatat datang ke Sekretariat Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI NTB.

Pendaftaran calon Ketua Umum KONI NTB resmi dibuka sejak Rabu (5/8/2026) di Kantor Sekretariat KONI NTB, Jalan Bung Hatta Nomor 3, Pajang, Kota Mataram. Namun pada hari pertama, meja pendaftaran masih sepi tanpa satu pun bakal calon maupun utusannya yang mengambil atau menyerahkan berkas pencalonan.

Memasuki hari kedua, absensi pendaftaran akhirnya mulai terisi. Hingga pukul 13.00 WITA, tercatat seorang utusan bakal calon dengan alamat Praya, Kabupaten Lombok Tengah, telah datang ke sekretariat. Meski demikian, identitas bakal calon yang diwakilinya masih dirahasiakan dan baru akan diketahui saat proses penyerahan berkas pencalonan.

Kehadiran utusan pertama tersebut menjadi sinyal bahwa persaingan menuju kursi Ketua Umum KONI NTB mulai bergerak. Siapa saja figur yang akan bertarung memimpin induk organisasi olahraga di NTB itu masih menjadi tanda tanya dan diperkirakan akan mulai terlihat menjelang penutupan pendaftaran pada 15 Agustus 2026.

Sebelumnya, TPP KONI NTB telah memulai tahapan penjaringan dengan melakukan sosialisasi pada 3–4 Agustus 2026 melalui media massa dan media sosial. Sosialisasi tersebut dilakukan untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB akan digelar pada 20–21 Agustus 2026, dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum KONI NTB periode 2026–2030.

Melalui proses penjaringan yang terbuka, TPP mengajak putra-putri terbaik NTB yang memiliki komitmen membangun prestasi olahraga daerah untuk ikut mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum KONI NTB.

Untuk menjadi calon, terdapat sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi. Salah satunya adalah memperoleh dukungan tertulis dari minimal 30 persen anggota pada dua unsur keanggotaan KONI NTB, yakni sedikitnya tiga dukungan dari KONI kabupaten/kota dan minimal 19 dukungan dari Pengurus Provinsi cabang olahraga prestasi maupun organisasi keolahragaan fungsional yang menjadi anggota aktif KONI NTB.

Selain itu, setiap bakal calon juga diwajibkan menyerahkan bukti pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp200 juta ke rekening KONI NTB saat mengembalikan berkas administrasi pencalonan. Persyaratan tersebut merupakan bagian dari ketentuan administrasi yang harus dipenuhi sebelum ditetapkan sebagai calon Ketua Umum KONI NTB.

Kini perhatian publik olahraga NTB tertuju pada siapa saja figur yang akan muncul hingga penutupan pendaftaran pada 15 Agustus mendatang. Persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum KONI NTB diperkirakan akan semakin menarik seiring munculnya nama-nama calon yang siap membawa arah baru pembinaan olahraga di Nusa Tenggara Barat. (Red).

Sumber : KONI NTB

Exit mobile version