“Kami meminta KONI Provinsi NTB dan PB Wushu Indonesia segera turun tangan. Jangan biarkan olahraga kita dikotori oleh kepentingan oknum,” tegas perwakilan kontingen.
Kasus ini kini menjadi sorotan karena menyangkut bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga kepastian aturan, perlindungan atlet, dan profesionalisme penyelenggaraan Porprov NTB 2026.
Hingga berita ini diturunkan, KONI Provinsi NTB dan Pengprov Wushu NTB belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan pencoretan Dika Ardiansyah maupun keputusan yang kemudian menyebabkan tujuh atlet Wushu Dompu memilih tidak bertanding. (Red).
