Diseminasi hasil riset ini turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Dinas Perdagangan NTB, Dinas Industri NTB, Dinas Pariwisata Lombok Barat, Dinas Pariwisata Kota Mataram, Dinas Kebudayaan NTB, HPI, PHRI, ASITA, BPPD, Asosiasi Desa Wisata NTB, BAZNAS NTB, MUI NTB, akademisi UNU NTB, Tim Ahli Gubernur, Lombok Investment Club, Balai Pelestarian Kebudayaan NTB, KADIN NTB, IWAPI serta Pokdarwis NTB.
Riset tersebut pada akhirnya membawa satu pesan penting: pengembangan wisata halal Lombok tidak cukup hanya dengan membangun destinasi, tetapi juga harus memastikan masyarakat lokal memiliki kapasitas, ruang dan peran untuk menjadi bagian utama dari ekosistem pariwisata.
