LOMBOK BARAT, SIAR POST — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Lombok Barat mengapresiasi keterbukaan Wakil Bupati Lombok Barat, Umi Nurul Adha (Una), dalam membuka ruang komunikasi dan kolaborasi bagi pemuda dalam pembangunan daerah.
Apresiasi tersebut disampaikan KAMMI setelah melakukan audiensi bersama Wakil Bupati di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi KAMMI untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus membahas gagasan dan kontribusi pemuda bagi Lombok Barat.
Ketua KAMMI Lombok Barat, Muhamad Gumelar Fawaz, menilai keterbukaan pemerintah daerah terhadap mahasiswa dan organisasi kepemudaan menjadi sinyal positif bagi tumbuhnya partisipasi anak muda dalam pembangunan.
“Kami mengapresiasi keterbukaan Wakil Bupati Una dalam menerima kami dan membuka ruang dialog dengan pemuda. Bagi kami, ini menjadi pemantik agar anak muda tidak takut untuk terus berkarya, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah,” ujar Fawaz.
Menurutnya, pemerintah yang membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat akan menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih partisipatif. Pemuda, kata dia, tidak hanya membutuhkan program, tetapi juga membutuhkan ruang untuk menyampaikan gagasan dan membuktikan kontribusinya.
“Kami melihat ini sebagai sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terbuka terhadap pemuda dan berbagai elemen masyarakat. Ruang seperti ini harus terus dirawat agar komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya generasi muda, tidak berjarak,” katanya.
Sikap tersebut sejalan dengan pernyataan Wakil Bupati Una dalam sejumlah kesempatan sebelumnya yang menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dengan pemuda dan mahasiswa. Pemkab Lombok Barat sebelumnya juga menyatakan bahwa semangat membangun daerah perlu ditunjang kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama pemuda dan mahasiswa yang memiliki ide dan gagasan untuk pembangunan. ([Lombok Barat][1])
Fawaz menilai keterbukaan tersebut harus menjadi energi positif bagi organisasi kepemudaan untuk menghasilkan lebih banyak karya dan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pemuda tidak seharusnya hanya hadir ketika menyampaikan kritik atau tuntutan. Pemuda juga harus mampu membawa gagasan, membangun program, dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan daerah.
“Kalau pemerintah membuka ruang, maka tugas kami sebagai pemuda adalah mengisinya dengan karya. Kami ingin KAMMI hadir bukan hanya sebagai kelompok yang menyampaikan aspirasi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dan mitra strategis dalam pembangunan,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, KAMMI juga memperkenalkan gagasan Energi Muda Lombok Barat, yang diarahkan untuk mendorong penguatan kapasitas, kepemimpinan, pendidikan, kreativitas, dan kemandirian ekonomi pemuda.
Fawaz mengatakan gagasan tersebut merupakan salah satu bentuk keseriusan KAMMI untuk memanfaatkan ruang kolaborasi yang terbuka dengan pemerintah daerah.
“Kami ingin energi pemuda diarahkan menjadi kekuatan yang produktif. Pemerintah punya kewenangan dan sumber daya, sementara pemuda punya gagasan, kreativitas, dan energi. Kalau keduanya dipertemukan, tentu akan banyak hal yang bisa dilakukan untuk Lombok Barat,” katanya.
KAMMI juga berharap keterbukaan tersebut tidak berhenti pada ruang audiensi, tetapi berkembang menjadi kolaborasi konkret dengan berbagai organisasi kepemudaan, mahasiswa, komunitas, dan elemen masyarakat lainnya.
Hal tersebut dinilai penting karena pembangunan kepemudaan sendiri tidak hanya berkaitan dengan kegiatan seremonial, tetapi mencakup penyadaran, pemberdayaan, pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan pemuda. Prinsip tersebut juga telah menjadi bagian dari kerangka kebijakan pembangunan dan pemberdayaan kepemudaan di Lombok Barat. ([PPID Lombok Barat][3])
“Kami berharap ruang komunikasi seperti ini terus dibuka. Bukan hanya untuk KAMMI, tetapi untuk seluruh pemuda dan elemen masyarakat. Karena semakin banyak pihak yang dilibatkan, semakin banyak pula gagasan dan energi yang bisa dikontribusikan untuk Lombok Barat,” pungkas Fawaz.
KAMMI Lombok Barat berharap keterbukaan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terhadap pemuda dapat menjadi budaya kolaborasi yang berkelanjutan, sehingga generasi muda memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya, berinovasi, sekaligus ikut bertanggung jawab terhadap masa depan daerah. (Red).
