LOMBOK UTARA,SIARPOST — Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimaknai Bappeda Kabupaten Lombok Utara bukan sekadar sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai momentum untuk memperkuat cara daerah bergerak menghadapi tantangan pembangunan.
Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Utara, Ir. Hermanto, menilai persatuan harus ditempatkan sebagai kekuatan nyata dalam menggerakkan pembangunan. Sebab, berbagai persoalan daerah tidak akan selesai hanya dengan mengandalkan kebijakan pemerintah.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Lombok Utara, yakni “Bersatu Untuk Kabupaten Lombok Utara Semakin Maju.”
“Persatuan bukan sekadar nilai yang kita rayakan setiap Agustus. Dalam pembangunan, persatuan menjadi modal untuk menyatukan langkah, mengelola potensi dan menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama,” ujar Hermanto.
Ia menegaskan, pembangunan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah memiliki peran dalam merumuskan kebijakan dan pelayanan, sementara masyarakat, dunia usaha, pelaku pariwisata, petani, nelayan, UMKM hingga generasi muda memiliki ruang kontribusi yang sama pentingnya.
Bagi Bappeda, tantangannya bukan hanya menyusun program, tetapi memastikan setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan menghasilkan dampak yang dapat dirasakan.
Hermanto menyebut penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting. Pendidikan, kesehatan, penguatan nilai keagamaan hingga pelestarian budaya harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas dan daya saing masyarakat Lombok Utara.
Di sektor ekonomi, ia melihat Lombok Utara memiliki banyak potensi yang masih dapat dikembangkan. Pariwisata, pertanian, UMKM dan berbagai sektor ekonomi masyarakat dinilai memiliki peluang besar menjadi penggerak pertumbuhan apabila dikelola secara terintegrasi.
“Potensi daerah jangan berhenti sebagai angka atau sumber daya. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi yang produktif, menciptakan peluang dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Hermanto menekankan, ukuran keberhasilan pembangunan juga tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi. Pemerataan, kualitas pelayanan publik, keberlanjutan lingkungan serta kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana harus menjadi bagian dari ukuran kemajuan Lombok Utara.
Karena itu, pembangunan infrastruktur menurutnya harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan dan program yang memastikan manfaat pembangunan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Bappeda berupaya memastikan perencanaan pembangunan memiliki arah yang jelas, terukur dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan daerah.
Hermanto menilai semangat kemerdekaan akan memiliki makna lebih besar apabila diterjemahkan ke dalam kerja nyata. Produktivitas, inovasi, kolaborasi dan konsistensi memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dinilai jauh lebih penting daripada sekadar memeriahkan momentum peringatan.
“Semangat kemerdekaan harus terlihat dalam cara kita bekerja dan membangun. Ketika langkah kita semakin terkoordinasi, potensi daerah bisa dikelola lebih baik dan manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih luas,” tuturnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Lombok Utara menjadikan HUT RI ke-81 sebagai momentum memperkuat kebersamaan. Menurutnya, persatuan bukan hanya slogan pembangunan, melainkan modal utama agar seluruh potensi daerah dapat diarahkan menuju Lombok Utara yang semakin maju dan manfaat pembangunannya semakin merata.(Niss)
