LOMBOK UTARA,SIARPOST — Kekompakan dan konsistensi komposisi pemain menjadi salah satu kekuatan Penjalin FC dalam melangkah ke babak delapan besar turnamen sepak bola yang tengah diikuti.
Manager Penjalin FC, Bang Doel, mengatakan keberhasilan tim sejauh ini tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain serta chemistry yang terus dibangun dalam setiap pertandingan.
Menurutnya, Penjalin FC memiliki komitmen untuk mempertahankan kerangka tim. Bahkan, dalam sejumlah turnamen yang diikuti, mereka tidak banyak melakukan perubahan terhadap komposisi pemain, khususnya di sektor belakang dan lini tengah.
“ Kunci kemenangan tentunya karena kerja keras tim yang solid yang selalu kita bangun. Kami di Penjalin FC dari beberapa turnamen tetap solid membangun tim dan kami tidak pernah mengganti pemain di beberapa turnamen,” kata Bang Doel Usai Pertandingan ,Senin 21/09/2026
Ia menyebut, di lini belakang, Garin Azhari menjadi pemain yang konsisten mengisi posisi tersebut. Sementara di lini tengah, nama M. Saugik, M. Rifki dan Wandi Ake juga terus dipercaya memperkuat permainan Penjalin FC.
“Pemain-pemain ini selalu mengisi di setiap turnamen yang diikuti Penjalin FC, jadi chemistry pemain terus terjalin,” ujarnya.
Memasuki babak delapan besar, Penjalin FC tidak ingin terlena dengan hasil yang sudah diraih. Bang Doel menegaskan tim akan tetap fokus melakukan pembenahan, terutama memperbaiki kekurangan yang masih terlihat dari pertandingan sebelumnya.
Target terdekat adalah mengamankan tiket semifinal. Namun, Penjalin FC juga memasang harapan lebih jauh untuk bisa melangkah hingga partai final.
“Di laga delapan besar tentunya harapan kami tetap meraih kemenangan dan minimal bisa lolos ke semifinal. Semoga bisa sampai ke final. Meski beberapa tim di bagan kami merupakan tim yang kuat,” katanya.
Bang Doel menyadari persaingan di fase tersebut tidak akan mudah. Karena itu, pembenahan internal menjadi perhatian utama Penjalin FC, sementara keputusan teknis terkait permainan sepenuhnya diserahkan kepada jajaran pelatih.
“Kita tetap fokus membenahi tim, memperbaiki yang kurang. Namun itu semua saya serahkan kepada tim pelatih,” ujarnya.
Di sisi lain, Bang Doel juga mengingatkan seluruh suporter Penjalin FC agar ikut menjaga kondusivitas selama pertandingan. Baginya, atmosfer sepak bola seharusnya menjadi ruang persaudaraan, bukan tempat melampiaskan emosi akibat hasil pertandingan.
Ia bahkan memberikan apresiasi kepada perangkat pertandingan serta suporter Putra Tebango yang dinilainya turut membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama laga berlangsung.
“Tak lupa kami apresiasi yang setinggi-tingginya untuk supporter Putra Tebango yang turut menjaga keamanan dan ketenteraman selama pertandingan berlangsung,” katanya.
Untuk pertandingan berikutnya, Bang Doel berharap panitia dapat memperketat penjagaan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan selama pertandingan.
Menurutnya, rivalitas dalam sepak bola semestinya hanya berlangsung selama 90 menit di lapangan. Di luar pertandingan, para pemain dan suporter tetap memiliki hubungan sebagai sesama masyarakat dan saudara.
“Sepak bola ini adalah olahraga, ajang silaturahmi yang menyatukan kita sehingga emosi kita tetap terjaga. Meski kadang pasti ada yang kecewa atas hasil pertandingan, tapi kita jadikan semua sebagai pelajaran,” tuturnya.
“Cukup rivalitas hanya di lapangan, di luar kita tetap saudara. Sesuai dengan slogan kita, Dayan Gunung Tetap Mempolong Merenten,” pungkas Bang Doel.(Niss)
