LOMBOK UTARA,SIARPOST — Musim kemarau mulai meningkatkan risiko kebakaran di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sepanjang September 2026, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) KLU mencatat sedikitnya 15 kejadian kebakaran, yang sebagian besar terjadi pada lahan.
Sekretaris Dinas Damkar KLU, Erwin Rahadi, mengatakan tingginya kasus kebakaran tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, sebagian besar kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian manusia.
Menurutnya, kondisi lahan yang kering saat musim kemarau membuat api lebih mudah menjalar. Kebiasaan masyarakat membersihkan lahan dengan cara membakar rumput, sampah, maupun sisa tanaman menjadi salah satu hal yang berpotensi memicu kebakaran meluas.
“Dari hasil investigasi, yang memicu kebakaran kebanyakan faktor kelalaian manusia. Musim kering seperti ini dimanfaatkan untuk membersihkan lahan, tetapi kalau tidak dikendalikan justru bisa menyebabkan kebakaran,” ujar Erwin Senin 28/09/2026
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele aktivitas pembakaran di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat, terutama ketika berada di lahan yang dipenuhi rumput dan tanaman kering.
Selain mengancam lahan, kebakaran juga dapat merembet ke permukiman dan membahayakan keselamatan warga. Dampaknya tidak hanya berupa kerugian harta benda, tetapi juga dapat merusak lingkungan dan menghasilkan asap yang mengganggu kesehatan.
“Jangan membakar sampah, rumput kering atau sisa tanaman di lahan, terutama saat cuaca panas dan angin kencang. Api bisa dengan cepat menyebar ke area lain,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi kejadian kebakaran, Damkar KLU saat ini didukung 113 personel yang ditempatkan di enam pos. Personel tersebut disiagakan untuk merespons laporan masyarakat ketika terjadi kebakaran.
Damkar mengajak masyarakat ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan. Menurut Erwin, langkah sederhana seperti tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api dapat membantu menekan potensi kebakaran, khususnya selama musim kemarau.
Kewaspadaan masyarakat dinilai menjadi sangat penting karena kebakaran lahan kerap berawal dari aktivitas kecil yang tidak terkendali. Dengan kondisi lahan yang semakin kering, pengawasan terhadap sumber api menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran meluas.(Niss)
