LOMBOK UTARA, SIAR POST — Generasi sehat tidak lahir hanya dari layanan kesehatan yang baik. Kebiasaan yang dibangun sejak usia anak dan remaja juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang kuat, mandiri, dan mampu menghadapi masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, saat menghadiri kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) NTB bersama TP PKK Provinsi NTB di Pondok Pesantren As-Sa’idiyah Penjalin, Desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (23/9/2026).
Di hadapan para santri, Sinta mengajak mereka mulai membangun kebiasaan positif melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.
Menurut Sinta, kebiasaan tersebut terlihat sederhana, namun jika dilakukan secara konsisten dapat membentuk pola hidup yang baik sejak dini.
“Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat ini tolong dijalankan dengan baik. Kalau itu dijalankan dengan baik, maka masa depan kalian insyaAllah akan semakin baik lagi,” ujarnya.
Ia menilai kesehatan anak dan remaja tidak bisa dipisahkan dari kemampuan mereka belajar, bersosialisasi dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Karena itu, pola hidup sehat perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika seseorang sedang mengalami masalah kesehatan.
Selain menjaga diri sendiri, Sinta juga mengajak para santri untuk peduli terhadap teman di lingkungan pesantren.
Menurutnya, perhatian dari teman sebaya dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui ketika seseorang sedang menghadapi persoalan atau mengalami perubahan perilaku.
“Kalian harus saling mengatensi, saling memperhatikan satu sama lain. Kalau ada teman yang terlihat mengalami perubahan sikap, tolong ditanya,” tuturnya.
Ia mengingatkan, tidak semua anak mampu menceritakan persoalan yang sedang dihadapi. Ada yang memilih memendam masalah karena tidak memiliki tempat untuk berbagi atau merasa kesulitan menyampaikan apa yang dirasakan.
Karena itu, lingkungan yang saling peduli dinilai penting agar anak dan remaja tidak merasa menghadapi persoalannya seorang diri.
Santriwati Diingatkan Rutin Konsumsi Tablet Tambah Darah
Dalam kegiatan tersebut, perhatian juga diberikan kepada kesehatan para santriwati. Mereka mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin sebagai salah satu upaya mencegah anemia.
Sinta mengatakan, menjaga kesehatan sejak masa remaja merupakan bagian dari investasi kesehatan perempuan di masa mendatang.
“Tablet ini harus rutin diminum supaya kelak saat kalian siap menjadi seorang ibu, kondisi tubuh sudah kuat dan sehat. Jika calon-calon ibu ini sehat, insyaAllah akan melahirkan generasi penerus yang sehat pula,” katanya.
Kegiatan GERMAS di Pondok Pesantren As-Sa’idiyah Penjalin juga menjadi ruang edukasi bagi para santri mengenai sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kesehatan dan masa depan remaja.
Selain pembagian tablet tambah darah bagi santriwati, kegiatan diisi edukasi pencegahan perkawinan anak oleh Duta GenRe serta penyuluhan mengenai pencegahan kanker pada remaja yang disampaikan dr. Kadek Adiwiguna dari Yayasan Kanker NTB.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren As-Sa’idiyah Penjalin, TGH. Miftahuddin, M.Pd.I., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai menjaga kesehatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Pihak pesantren juga berkomitmen menyiapkan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) untuk memperkuat layanan kesehatan bagi para santri.
Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan NTB, TP PKK NTB, TP PKK Lombok Utara dan Dinas Kesehatan Lombok Utara.
Dari lingkungan pesantren, gerakan hidup sehat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan bergizi, belajar, bermasyarakat hingga tidur cukup diharapkan benar-benar menjadi bagian dari keseharian para santri.
Sebab, generasi sehat tidak hanya dipersiapkan ketika mereka sakit. Generasi sehat dibentuk dari kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus, kepedulian terhadap sesama, serta kesiapan untuk belajar dan tumbuh menghadapi masa depan. (Red)
