LOMBOK UTARA SIARPOST— Rencana pembangunan gapura perbatasan Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Barat di kawasan Klui belum bisa direalisasikan tahun ini. Pemerintah daerah masih mematangkan desain perencanaan karena kebutuhan anggaran untuk satu gapura diperkirakan mencapai Rp900 juta.
Kepala Bidang Cipta Karya, Rangga Wijaya, mengatakan keterbatasan alokasi anggaran membuat pembangunan gapura tersebut belum dapat berjalan optimal pada 2026. Meski demikian, proses perencanaan tetap disiapkan agar proyek itu bisa segera direalisasikan pada tahun berikutnya.
“Untuk tahun ini alokasi pendanaannya belum mencukupi. Namun, desain perencanaannya kita matangkan dulu supaya nanti bisa dilakukan lelang dini pada akhir 2026, sehingga pelaksanaannya bisa dimulai awal tahun,” ujarnya.Senin 12/10/2026
Menurut Rangga, berdasarkan perencanaan yang telah disusun, kebutuhan anggaran ideal untuk membangun satu gapura di kawasan Klui mencapai sekitar Rp900 juta.
Anggaran tersebut disesuaikan dengan rancangan gapura yang tidak hanya berfungsi sebagai penanda batas wilayah, tetapi juga diharapkan merepresentasikan identitas dan kearifan lokal Lombok Utara.
Sebelum desain ditetapkan, pemerintah daerah berencana memaparkan rancangan tersebut kepada sejumlah pemangku kepentingan, termasuk tokoh budaya. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh masukan agar desain yang dihasilkan sesuai dengan karakter dan nilai budaya daerah.
“Finalisasinya nanti kita ekspos bersama-sama di tingkat pemerintah daerah dengan mengundang stakeholder terkait, seperti tokoh budaya dan lainnya, untuk mendapatkan masukan sebelum desain difinalisasi dan dilelang,” jelasnya.
Rangga menargetkan proses finalisasi desain dapat diselesaikan pada 2026. Dengan demikian, tahapan pengadaan bisa dipersiapkan lebih awal agar pembangunan memungkinkan dimulai pada awal 2027.
Meski demikian, realisasi pembangunan tetap bergantung pada ketersediaan anggaran. Pemerintah daerah diharapkan dapat menyiapkan pendanaan yang memadai agar rencana pembangunan gapura perbatasan tersebut tidak kembali tertunda.
Pembangunan gapura ini menjadi salah satu upaya menghadirkan penanda wilayah yang mencerminkan identitas Lombok Utara, khususnya pada akses perbatasan dengan Lombok Barat. Tantangannya kini bukan hanya mematangkan desain, tetapi juga memastikan dukungan anggaran agar rencana tersebut benar-benar terwujud.(Niss)
