KLU Usulkan Irigasi di 7 Lokasi, Sasar Lahan Pertanian yang Kekurangan Air

Lombok utara SIARPOST– Keterbatasan pasokan air masih menjadi tantangan bagi petani di sejumlah wilayah Kabupaten Lombok Utara (KLU), terutama saat musim kemarau. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) KLU melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman (PUPR-Perkim) mengusulkan pembangunan jaringan irigasi air tanah di tujuh lokasi serta rehabilitasi jaringan irigasi permukaan di tiga titik.

Usulan tersebut diarahkan untuk memperluas dukungan infrastruktur pengairan, khususnya di kawasan pertanian yang belum terjangkau jaringan irigasi permukaan atau masih mengalami keterbatasan pasokan air.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR-Perkim KLU, Yaya Fradana, mengatakan, usulan rehabilitasi irigasi permukaan difokuskan pada perbaikan kerusakan ringan agar distribusi air ke lahan pertanian lebih optimal.

“Ini sifatnya pemeliharaan. Misalnya ada saluran yang bocor sehingga tidak terlalu besar kehilangan air,” ujarnya.

Menurutnya, perbaikan saluran menjadi langkah penting untuk mengurangi kebocoran air yang berpotensi menghambat kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Selain rehabilitasi, Pemda KLU juga mengusulkan pembangunan jaringan irigasi air tanah di tujuh lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan, mulai dari Kecamatan Pemenang hingga Bayan.

Berbeda dengan irigasi permukaan yang memanfaatkan sumber air dari bendung, jaringan irigasi air tanah dirancang dengan mencari sumber air atau membangun sumur bor. Air tersebut kemudian dialirkan menggunakan jaringan pipa menuju areal pertanian.

“Irigasi air tanah ini sumber airnya kita cari atau dengan membuat sumur bor. Kemudian dialirkan melalui pipa ke areal pertanian,” jelas Yaya.

Ia menerangkan, jaringan irigasi air tanah memiliki karakteristik berbeda dari irigasi permukaan, terutama dari sisi sistem distribusi dan kapasitas air. Irigasi permukaan mengandalkan aliran dari bendung dengan debit relatif lebih besar, sedangkan irigasi air tanah menggunakan saluran tertutup dengan kapasitas yang lebih terbatas.

Karena itu, pembangunan jaringan irigasi air tanah diharapkan dapat menjadi alternatif bagi kawasan pertanian yang belum mendapatkan layanan irigasi memadai.

Meski demikian, seluruh program tersebut masih dalam tahap usulan kepada pemerintah pusat. Pemda KLU berharap usulan rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi itu dapat direalisasikan sehingga kebutuhan air petani lebih terjamin.

Jika terealisasi, perbaikan dan penambahan jaringan irigasi tersebut diharapkan mampu membantu petani menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian di Lombok Utara.(Niss)

Exit mobile version