Lima Warga Rusia Diduga Curi Aksesori di Tiga Toko Gili, Kerugian Diganti

LOMBOK UTARA,SIARPOST — Kasus dugaan pencurian aksesori di tiga toko di kawasan wisata Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), berakhir setelah kerugian pemilik toko dibayarkan oleh lima warga negara Rusia yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.

Kasi Humas Polres Lombok Utara, Zainudin, menjelaskan penyelesaian dilakukan setelah pemilik toko bersama petugas melakukan pengecekan terhadap barang-barang yang diduga diambil. Setelah dipastikan barang tersebut dibawa oleh para wisatawan, pihak yang bersangkutan menyatakan kesediaannya membayar kerugian pemilik toko.

“Korban dan pelaku langsung selesai karena barang yang dicuri sudah dibayar. Pospol hanya membantu mendampingi untuk mengecek barang yang hilang, apakah benar dibawa oleh bule tersebut atau tidak,” jelas Zainudin.

Peristiwa ini bermula dari laporan yang diterima anggota Polsubsektor Gili Indah pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 08.25 WITA. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencurian aksesori di tiga toko di kawasan wisata Gili.

Berdasarkan kronologi yang diterima, dugaan pencurian terjadi pada Kamis (22/10/2026). Toko Pomona di Gili Meno dilaporkan mengalami kerugian sekitar 3.000 dolar AS. Aksi tersebut disebut terekam kamera pengawas atau CCTV.

Pada hari yang sama, Toko Boho di Gili Air juga melaporkan kehilangan sejumlah aksesori dengan nilai kerugian sekitar Rp1.549.000. Sementara itu, Toko Another Day in Paradise di kawasan Gili Trawangan melaporkan kehilangan barang dengan kerugian sekitar Rp400.000.

Kelima warga negara Rusia yang disebut dalam laporan awal masing-masing berinisial atau bernama Markuse Tzoreef, Regin Rache Saliman, Bar Pnina, Zaks Riky Rivka, dan Gila Nitay Frederica.

Zainudin menegaskan, peran petugas dalam kejadian tersebut adalah mendampingi pemilik toko untuk memastikan kebenaran dugaan kehilangan barang. Setelah pengecekan dilakukan dan pihak yang bersangkutan bersedia mengganti kerugian, persoalan antara kedua pihak dinyatakan selesai.

Ia juga menyebutkan bahwa para warga negara asing tersebut kini telah kembali ke negara masing-masing.

Peristiwa ini menjadi perhatian bagi pelaku usaha di kawasan wisata Gili agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap barang dagangan, termasuk memanfaatkan kamera pengawas untuk membantu memastikan kejadian apabila ditemukan kehilangan.(Niss)

Exit mobile version