Sumbawa Barat, SIAR POST – Sebuah konser musik bertajuk Soft Launch Pamuji yang digelar di Alun-Alun Kota Taliwang, Jumat malam (29/8/2025), mendadak menuai sorotan publik. Bukan hanya karena meriah, tetapi juga karena acara ini turut disponsori oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Merliza.
Kritik pun bermunculan. Aktivis kesehatan Yuni Bourhany menilai kegiatan hiburan semacam ini tidak tepat di tengah kondisi masyarakat yang masih bergelut dengan berbagai kesulitan ekonomi dan kesehatan.
BACA JUGA : Sangat Kontras: Balita Berjuang Lawan Kanker, DPRD Sumbawa Barat Sibuk Sponsori Konser
“Seharusnya anggota DPRD maupun pemerintah daerah lebih peduli dengan kondisi rakyat. Masih banyak warga yang berjuang untuk sekadar makan dan berobat. Konser musik jelas bukan kebutuhan mendesak,” tegas Yuni.
Kasus nyata ditunjukkan oleh Karina (2), balita asal Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, yang kini berjuang melawan kanker mata stadium IV. Meski biaya pengobatan ditanggung BPJS, keluarga Karina kewalahan membayar sewa kos Rp2,5 juta per bulan, makan, hingga biaya transportasi selama perawatan di RSUP Dr. IGNG Ngoerah, Bali.
Kekayaan Merliza di LHKPN KPK
Sorotan semakin tajam ketika publik membandingkan kondisi rakyat dengan harta kekayaan Merliza yang tercatat di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK.
Berdasarkan data KPK:
2019 → Total harta: minus Rp286 juta
2020 → Total harta: minus Rp545 juta
2022 → Total harta: Rp44 juta
2023 → Total harta: Rp349 juta
2024 → Total harta: minus Rp504 juta
Fluktuasi kekayaan ini pun memicu tanda tanya di kalangan publik, apalagi di saat sang legislator dengan lantang mensponsori event hiburan besar.
BACA JUGA : Ngeri! Detik-detik Api Melahap Gedung DPRD NTB Saat Aksi Demontrasi
Menanggapi kritik, Merliza menegaskan bahwa APBD Sumbawa Barat tetap mengalokasikan dana untuk pendidikan dan kesehatan. Ia mencontohkan adanya Kartu KSB Maju yang mencakup jaminan kesehatan, bantuan pasien rujukan, serta program pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Kalau ada warga sakit, cukup hubungi TRC. Ambulans akan menjemput gratis. Bahkan bila dirujuk ke luar NTB, Pemda tetap bisa bantu sesuai mekanisme,” ujar Merliza.
Terkait konser, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah memberi hiburan agar masyarakat lebih segar sekaligus menghidupkan UMKM lokal. “Event ini justru berdampak positif untuk UMKM. Hiburan juga penting agar masyarakat lebih bersemangat bekerja,” katanya.
Meski begitu, sebagian masyarakat menilai langkah Merliza tidak tepat sasaran. “Bagaimana bisa bicara hiburan, sementara ada anak kecil di Sumbawa Barat yang sedang berjuang melawan kanker, dan keluarganya pontang-panting cari biaya hidup,” ujar salah seorang warga.
Kini, publik menunggu: apakah DPRD benar-benar akan lebih memprioritaskan rakyat kecil atau justru terus larut dalam panggung hiburan.
Redaksi___