Lombok Tengah, SIAR POST – Kabar duka menyelimuti dunia kesehatan di Lombok Tengah. Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Dr. Suardi, SKM., MPH, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (17/2/2026).
Informasi yang beredar menyebutkan almarhum pertama kali ditemukan di ruang kerjanya dalam keadaan pingsan.
Dugaan sementara mengarah pada serangan jantung. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga terkait penyebab pasti wafatnya almarhum.
Kepergian Dr. Suardi bukan hanya kehilangan bagi jajaran Dinas Kesehatan, tetapi juga duka mendalam bagi berbagai mitra pelayanan kesehatan di daerah, salah satunya NTBcare.
Direktur NTBcare, Yuni Bourhany, menyampaikan belasungkawa yang dalam atas wafatnya sosok yang selama ini dikenalnya bukan hanya sebagai pejabat, tetapi juga sebagai pribadi yang hangat dan penuh empati.
“Kami sangat terpukul dan sedih. Ini duka paling dalam yang NTBcare rasakan. Beliau orang baik, sosok yang rasanya seperti keluarga bagi kami,” ujar Yuni dengan suara bergetar.
Menurut Yuni, almarhum dikenal sebagai pemimpin yang selalu membuka ruang kolaborasi dan memberikan dukungan nyata terhadap berbagai program pelayanan kesehatan masyarakat, terutama yang menyentuh kelompok rentan.
“Beliau selalu memberikan support kepada NTBcare dalam pelayanan kepada masyarakat. Setiap kali kami turun membantu warga, beliau hadir, baik secara kebijakan maupun dukungan moral. Sosok yang tulus,” tambahnya.
Bagi banyak pihak, Dr. Suardi bukan hanya administrator kesehatan, tetapi figur yang memahami betul denyut persoalan di lapangan. Di tengah berbagai tantangan layanan kesehatan, ia dikenal sebagai pribadi yang tenang, komunikatif, dan berorientasi pada solusi.
Yuni pun berharap semangat pengabdian almarhum dapat terus dilanjutkan oleh siapapun yang kelak menggantikan posisinya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah.
“Kami berharap akan lahir orang-orang baik yang bisa melanjutkan perjuangan beliau. Jabatan bisa berganti, tapi semangat melayani masyarakat harus tetap hidup,” tuturnya.
Kepergian Dr. Suardi meninggalkan luka sekaligus warisan keteladanan. Di ruang kerja tempat ia terakhir menghembuskan napas, tersimpan cerita tentang dedikasi dan tanggung jawab hingga akhir hayat.
Selamat jalan, dokter. Terima kasih atas pengabdian dan kebaikan yang telah ditanamkan untuk Lombok Tengah. Semoga segala amal ibadah almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
**Red
