Sumbawa Barat, SIAR POST – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, mulai menunjukkan diri sebagai dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang benar-benar berjalan sesuai standar nasional.
Baru beroperasi sejak 11 Februari 2026, SPPG ini langsung melayani sekitar 2.500 lebih penerima manfaat, terdiri dari siswa, ibu menyusui, ibu hamil, dan balita. Dalam waktu dekat, tenaga pengajar juga akan masuk sebagai penerima manfaat berikutnya.
Kepala SPPG Telaga Bertong, Yayasan Sidik A Wahab, Iyashatry Septary, Spd saat diwawancarai Selasa (17/2/2026), menegaskan bahwa sejak awal pihaknya berkomitmen menjalankan seluruh sistem operasional sesuai standar pusat.
“SPPG ini bangunan baru dan terintegrasi. Luas bangunan induknya lebih dari 5 are, bahkan lebih besar dari standar pusat yang rata-rata sekitar 4 are,” jelasnya.
Tak hanya luas bangunan, fasilitas penunjang juga menjadi perhatian serius. Kepala SPPG, accounting, dan ahli gizi masing-masing memiliki kamar tersendiri dengan fasilitas standar yang memadai. Hal ini dinilai penting untuk menjaga efektivitas pengawasan, manajemen, serta kesinambungan operasional.
Struktur organisasi pun disusun lengkap. Saat ini terdapat 47 tenaga relawan aktif, ditambah 1 kepala SPPG, 1 ahli gizi, dan 1 accounting, sehingga total personel mencapai 50 orang.
Dengan jumlah tersebut, sistem kerja dibagi secara terstruktur mulai dari pengadaan bahan, pengolahan, pengawasan gizi, hingga distribusi.
Menariknya, seluruh bahan baku diambil dari pengusaha lokal di Telaga Bertong dan sekitarnya. Model ini bukan hanya mendukung ekonomi lokal, tetapi juga memudahkan kontrol kualitas.
Untuk bahan seperti ayam, dipastikan proses pemotongan dilakukan secara jelas dan terpantau di lokasi. Seluruh UMKM mitra juga diverifikasi agar memenuhi standar kebersihan dan kualitas bahan.
“Kami pastikan semua mitra UMKM memenuhi standar. Karena ini menyangkut gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” tegasnya.
Langkah ini memperlihatkan bahwa standar nasional bukan sekadar pada fisik bangunan, tetapi juga pada tata kelola, rantai pasok, hingga pengawasan kualitas.
Dengan bangunan yang melampaui standar minimal, sistem kerja terstruktur, dukungan tenaga ahli gizi, serta kemitraan UMKM yang terkontrol, SPPG Telaga Bertong dinilai berpotensi menjadi model dapur MBG di Sumbawa Barat.
Dalam konteks pelaksanaan program gizi nasional, kehadiran SPPG yang benar-benar menjalankan standar pusat menjadi krusial. Sebab, kualitas program tidak hanya ditentukan oleh jumlah penerima manfaat, tetapi juga oleh sistem yang menjamin mutu dan keamanan pangan.
Meski baru berjalan kurang dari dua pekan, SPPG Telaga Bertong telah menunjukkan keseriusan dalam membangun sistem pelayanan gizi yang profesional, terintegrasi, dan berbasis standar nasional.
Ke depan, konsistensi dalam menjaga kualitas dan tata kelola akan menjadi kunci agar SPPG ini tidak hanya sukses secara administratif, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat.
**Red
