Reservoir Air Miliaran di Lombok Barat Pengadaan PT AMGM Diduga Tak Berfungsi, FP4 NTB Desak Penyelidikan APH

Lombok Barat, SIAR POST – Sejumlah proyek reservoir atau bak penampungan air yang dibangun untuk PT AMGM dengan anggaran mencapai miliaran rupiah diduga mangkrak dan tidak berfungsi optimal.

Temuan ini memicu sorotan publik serta desakan agar aparat penegak hukum turun tangan menyelidiki potensi kerugian negara.

Direktur Forum Peduli Pembangunan dan Pelayanan Publik (FP4 NTB), Lalu Habibiburrahman, pada Senin (23/2/2026) menyatakan pihaknya bersama masyarakat menemukan kondisi memprihatinkan di sejumlah titik reservoir yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya di Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar Lombok Barat.

Menurutnya, proyek yang diklaim menelan anggaran miliaran rupiah sejak 2021 itu semestinya menjadi solusi penyediaan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Namun fakta di lapangan menunjukkan beberapa bangunan terbengkalai, tidak terawat, kering tanpa aliran air, bahkan terdapat pipa yang mengalami kerusakan.

“Proyek ini seharusnya menjadi jawaban atas krisis air bersih masyarakat. Tapi yang kami lihat justru bangunan tanpa fungsi. Kami menduga ada indikasi mark-up anggaran dan potensi penyimpangan yang harus diusut secara transparan,” tegas Habib.

FP4 NTB secara terbuka mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Polda NTB dan Kejati NTB, untuk membentuk tim gabungan guna melakukan audit forensik proyek, pemeriksaan saksi, serta penelusuran aliran anggaran.

Habib menilai, apabila benar proyek tersebut tidak dimanfaatkan sesuai tujuan awal, maka potensi kerugian negara bukan hanya soal angka finansial, tetapi juga menyangkut hilangnya hak dasar ribuan warga atas akses air bersih.

“Air bersih itu kebutuhan primer. Jika proyeknya mangkrak, yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah terkait tudingan tersebut.

Publik diminta melakukan klarifikasi langsung kepada Direktur Utama PDAM setempat dan Bupati Lombok Barat guna memperoleh penjelasan menyeluruh atas kondisi proyek reservoir tersebut.

Kasus ini menambah daftar sorotan terhadap proyek infrastruktur air bersih di NTB yang dinilai perlu pengawasan ketat agar transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran benar-benar terjaga.

FP4 NTB menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan hukum dan penjelasan terbuka kepada masyarakat.

Media ini telah meminta klarifikasi pada Dirut PT AMGM melalui whatsapp namun belum ada tanggapan secara resmi terkait hal tersebut.

**Red

Exit mobile version