/Pemda dan PT Amman Sigap Salurkan Bantuan
Sumbawa Barat, 24 Februari 2026 – Banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi kembali melanda Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (24/2/2026). Sedikitnya 90 rumah warga di dua desa terdampak genangan air dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa Barat, drh. Hairul Jibril, MM, saat dikonfirmasi Selasa, memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bergerak cepat turun ke lapangan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Teman-teman OPD langsung turun ke lapangan sesuai tugas masing-masing, minimal untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek masyarakat terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk kerusakan infrastruktur akibat banjir, OPD terkait bersama para camat di wilayah terdampak saat ini terus melakukan asesmen di masing-masing lokasi.
“Untuk masyarakat yang membutuhkan air bersih, telah disiapkan tujuh armada dari PDAM, PUPR, Bank NTB dan DLH,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) juga disiagakan untuk membantu pembersihan fasilitas umum. “Damkar sudah siap sesuai kebutuhan. Insyaallah besok pagi mulai bergerak ke beberapa lokasi terdampak,” tambah Sekda.
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Menurut Sekda, manajemen perusahaan langsung berkoordinasi dengan camat setempat untuk menyalurkan bantuan logistik, termasuk bahan makanan bagi warga terdampak.
90 Rumah di Dua Desa Terdampak
Sementara itu, Camat Jereweh, Solihin, menjelaskan banjir terjadi di Desa Belo dan Desa Beru.
“Di Desa Belo sekitar 50 rumah terdampak, dan di Desa Beru kurang lebih 40 rumah. Ketinggian air mencapai sekitar satu meter,” ungkapnya.
Ia menyebut hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak kemarin hingga hari ini menjadi pemicu utama banjir. Peristiwa ini tergolong banjir tahunan yang kerap terjadi apabila hujan turun tanpa henti dalam waktu lama.
“Kalau hujan tidak berhenti seperti kemarin sampai hari ini, memang biasanya terjadi banjir,” jelas Solihin.
Selain dua desa tersebut, genangan air juga sempat merendam kawasan TKN 2 Jereweh di Desa Goa. Namun genangan hanya berlangsung singkat dan tidak berdampak luas ke wilayah lain.
Bantuan Cepat dan Kondisi Mulai Normal
Tim Dinas Sosial telah turun langsung membawa bantuan kebutuhan dasar. Pemerintah desa bersama Forkopimcam juga sigap membantu warga di lapangan.
PT AMNT turut menyalurkan bantuan konsumsi untuk kebutuhan warga, termasuk persiapan menjelang puasa.
Hingga Selasa sore, air dilaporkan telah surut dan masyarakat mulai membersihkan rumah masing-masing. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Meski kondisi berangsur normal, pemerintah daerah tetap mengimbau masyarakat untuk waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dan berisiko memicu banjir susulan di wilayah rawan.
**RRed














