Lombok Utara,SIARPOST– Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mulai mematangkan pelaksanaan Pawai Takbiran 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 dengan sistem yang lebih terstruktur dan aturan yang diperketat. Sedikitnya 35 remaja masjid dari lima kecamatan sudah mengambil nomor peserta, dan jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah.Kamis 28/2/2026
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda KLU, H. Sudirman, menegaskan rapat koordinasi digelar lebih awal untuk mengantisipasi potensi persoalan di lapangan.
“Tahun ini kita bergerak lebih cepat. Seluruh forum remaja masjid kita kumpulkan agar semua persoalan teknis dibahas sejak awal, mulai dari persiapan hingga malam Idul Fitri,” ujar H. Sudirman dalam rapat koordinasi.
Sistem Penilaian Dirombak, Ada Tiga Kategori Utama
Berbeda dari tahun sebelumnya, panitia membagi penilaian dalam tiga kategori utama:
Gema Takbir, Menilai kekuatan syiar dan kemeriahan lantunan takbir (Juara 1, 2, 3).
Miniatur dan Lampion Menilai kreativitas visual peserta (Juara 1, 2, 3).
Keutuhan dan Kerapian Barisan – Menilai kekompakan dan disiplin peserta.
Dari hasil akumulasi nilai, akan dipilih 10 besar dengan rata-rata tertinggi untuk menentukan Juara Umum.
Menurut H. Sudirman, sistem ini dirancang agar penilaian lebih adil dan tidak hanya berfokus pada kemegahan miniatur semata. “Semua aspek kita apresiasi. Tidak hanya besar dan meriah, tapi juga rapi, kompak, dan sesuai aturan,” tegasnya.
Sound System Boleh, Tapi Tak Boleh Berlebihan
Panitia tetap memperbolehkan penggunaan sound system, toa, hingga kecimol, namun dengan syarat volume tidak berlebihan dan saling menghormati antar peserta.
Selain itu, desain miniatur dilarang menyerupai makhluk hidup. Tema yang diperbolehkan difokuskan pada simbol religius seperti masjid, Al-Qur’an, Ka’bah, atau perahu bernuansa Islami dengan identitas spanduk yang jelas.
Peserta juga diminta menyesuaikan tinggi miniatur dan lampion dengan kondisi rute, mengingat banyak kabel melintang dan pepohonan di sepanjang jalan utama.
Rute pawai tahun ini dibuat melingkar dengan titik start dan finish di Alun-alun Tanjung:
Start dari Alun-alun menuju arah barat (Karang Semo).
Putar balik menuju arah timur hingga Antringan Balap.
Sebanyak delapan dewan juri akan ditempatkan di sepanjang rute untuk melakukan penilaian langsung.
Kecamatan Bayan, Kayangan, Gangga, dan Pemenang mendapat prioritas nomor urut kecil (di bawah 10). Sementara Kecamatan Tanjung sebagai ibu kota kabupaten didorong berpartisipasi penuh.
Tidak ada pembatasan jumlah anggota tiap kelompok. Namun, panitia menegaskan kekompakan dan kerapian barisan akan sangat memengaruhi nilai akhir.
Untuk pengamanan dan rekayasa lalu lintas, panitia akan menggelar rapat lanjutan H-7 bersama instansi terkait guna mematangkan panitia teknis dan skema pengalihan arus kendaraan.
H. Sudirman berharap Pawai Takbiran 1447 H bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi momentum syiar dan kebersamaan umat.
“Yang kita jaga adalah semangat takbir dan persaudaraan. Jangan sampai euforia mengalahkan ketertiban,” pungkasnya.(Niss)
