Mataram, SIARPOST – Kabar duka datang dari RSUD Provinsi NTB. Muhammad Iqbal Lulaika (26), warga Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (28/2/2026) setelah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius.
Iqbal, kelahiran Rasabou, 4 Juni 1999, sebelumnya menjadi korban dugaan kekerasan yang terjadi di Plampang, Kabupaten Sumbawa. Informasi yang dihimpun menyebutkan, ia diduga dibakar oleh ibunya beberapa hari lalu.
Direktur NTBCare, Yuni Bourhany, menjelaskan bahwa korban sempat dirawat selama lima hari di RS Manambai Abdulkadir dengan biaya mandiri karena tidak dapat menggunakan BPJS Kesehatan.
“BPJS tidak bisa digunakan karena persoalan regulasi terkait kronologi kejadian, sehingga klaim penjaminan tidak dapat diproses, lalu dibantu NTBCare dan Pemerintah Provinsi NTB,” ungkap Yuni.
Melihat kondisi korban yang semakin kritis dan membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit tipe A, proses rujukan sempat terkendala biaya administrasi dan operasional ambulans medis.
Mendapatkan laporan tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengambil langkah cepat. Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas utama.
Pemerintah Provinsi NTB kemudian membantu menyelesaikan kewajiban administrasi di rumah sakit asal, memfasilitasi proses rujukan, serta menanggung biaya ambulans medis menuju RSUD Provinsi NTB di Mataram.
Tidak hanya itu, keluarga korban juga difasilitasi rumah singgah selama masa perawatan agar tidak terbebani biaya tambahan.“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Persoalan administratif tidak boleh menghambat penanganan medis,” demikian arahan Gubernur Miq Iqbal dalam koordinasi penanganan pasien.
Pada Jumat (27/2/2026), Iqbal akhirnya tiba di RSUD Provinsi NTB dan mendapatkan perawatan intensif. Namun, takdir berkata lain. Luka bakar yang dideritanya terlalu parah.
Pada Sabtu (28/2/2026), ia dinyatakan meninggal dunia.Kepergian Muhammad Iqbal Lulaika meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.
Kasus ini juga kembali menjadi sorotan terkait perlindungan korban kekerasan serta akses layanan kesehatan bagi warga dalam kondisi darurat.
*Red
