Kreatif dan Peduli Lingkungan, KKN IAIH Pancor Kelompok 36 Kecamatan Tanjung Ajak Pemuda Desa Sigar Penjalin Manfaatkan Sampah Plastik

Lombok Utara, NTB (SIAR POST) | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor Kelompok 36 menggelar pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi barang yang dapat digunakan kembali bagi Karang Taruna Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung Lombok Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan lingkungan sekaligus upaya mendorong kreativitas dan produktivitas pemuda desa.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sigar Penjalin, Zawil Fadli, S.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan program edukatif dan solutif bagi masyarakat.

Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif untuk mengurangi dan mengelola sampah plastik di lingkungan desa.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber Eno Sofiatun, seorang pegiat lingkungan yang aktif dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan dampak jangka panjang sampah plastik terhadap ekosistem serta pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang sampah.

“Sampah plastik bukan hanya limbah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan kreativitas dan konsistensi,” ungkapnya.

Pada sesi praktik, peserta diajak secara langsung mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk bernilai guna, seperti tas belanja ramah lingkungan, pot tanaman, serta kerajinan tangan sederhana. Antusiasme anggota Karang Taruna terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam setiap tahapan proses pembuatan produk.

Koordinator KKN IAIH Pancor Kelompok 36, Muh. Arifullah menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.

Diharapkan, setelah pelatihan ini, Karang Taruna dapat menjadi pelopor gerakan pengurangan sampah plastik di Desa Sigar Penjalin, bahkan mengembangkannya menjadi peluang usaha kreatif berbasis daur ulang.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan desa. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, narasumber, dan pemuda setempat, diharapkan tercipta perubahan nyata menuju Desa Sigar Penjalin yang lebih bersih, kreatif, dan berdaya.

Exit mobile version