Operasi Dadakan di Polres Lombok Utara: Pelanggaran Kecil Disikat, Disiplin Diuji dari Hal Sepele

Lombok Utara, NTB (SIARPOST) — Tidak ada aba-aba, tidak ada kompromi. Penegakan disiplin di tubuh Polres Lombok Utara kembali diuji lewat operasi mendadak yang justru menyasar hal-hal paling dasar—yang kerap dianggap sepele, tapi berpotensi membuka celah pelanggaran lebih besar.

Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) menggelar Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin), Sabtu (28/3), di lapangan apel Mapolres Lombok Utara. Sejak pagi, seluruh personel diperiksa tanpa pengecualian dalam razia internal yang berlangsung ketat dan menyeluruh.

Bukan sekadar formalitas, operasi ini menyoroti detail yang menjadi cerminan profesionalisme aparat: identitas diri, kelengkapan administrasi, hingga sikap tampang. KTP, SIM, KTA, sampai dokumen kendaraan dinas dan pribadi diverifikasi satu per satu.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, menegaskan bahwa disiplin tidak bisa ditawar, bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun.

“Disiplin bukan hanya soal aturan, tetapi komitmen moral. Ketika anggota mulai abai terhadap hal kecil, di situlah potensi pelanggaran besar bermula. Itu yang kami cegah sejak awal,” tegasnya.

Operasi dipimpin langsung oleh Kasi Propam AKP I Made Widhiarta bersama jajaran Provos dan Paminal, mengacu pada regulasi internal kepolisian sebagai landasan penegakan disiplin.

Hasil pemeriksaan menunjukkan masih adanya celah. Tiga personel kedapatan melanggar standar kerapian rambut pelanggaran yang mungkin tampak ringan, namun dinilai sebagai indikator awal menurunnya kedisiplinan.

Tanpa penundaan, tindakan langsung diberikan di lokasi. Ketiganya menerima teguran keras disertai sanksi fisik berupa push-up sebagai bentuk pembinaan instan.

“Kami tidak menunggu pelanggaran besar terjadi. Ketidaktertiban kecil adalah pintu masuknya. Penindakan dilakukan secara humanis, tapi tetap tegas dan terukur,” ujar AKP Widhiarta.

Langkah ini bukan sekadar hukuman, melainkan upaya membangun konsistensi karakter disiplin di internal kepolisian sebuah fondasi yang diyakini berpengaruh langsung terhadap kepercayaan publik.

Kapolres menegaskan, operasi serupa akan terus dilakukan secara berkala maupun insidental, bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Institusi ini harus bersih dari dalam. Tidak ada ruang bagi kelalaian, apalagi pelanggaran. Keteladanan dimulai dari internal, dan itu harga mati,” pungkasnya.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *