DOMPU, NTB (SIAR POST) – Kondisi kebersihan Kota Dompu kembali menjadi perhatian. Berdasarkan hasil pemantauan media ini selama dua hari, terlihat sampah berserakan di sejumlah titik strategis, terutama di jalan protokol, kawasan Taman Karijawa, hingga ruas jalan di sekitar pasar.
Berbeda dengan tumpukan besar, sampah yang terlihat justru berupa serpihan-serpihan kecil yang berceceran satu per satu, namun jumlahnya banyak dan menyebar di sepanjang jalan. Kondisi ini membuat wajah kota tampak kumuh dan kurang terawat, terutama saat dilihat pada malam hingga pagi hari.
Di kawasan pasar, situasinya sedikit berbeda. Sampah cenderung menumpuk apabila tidak segera diangkut oleh petugas, sehingga memperparah kesan kotor di area yang menjadi pusat aktivitas masyarakat tersebut.
Sejumlah warga mengaku terganggu dengan kondisi itu. Mereka menilai, meski bukan berupa tumpukan besar di semua titik, sampah yang berserakan di jalan justru lebih mencolok dan memberi kesan kota tidak terkelola dengan baik.
“Memang bukan gunungan sampah di jalan, tapi berserakan di mana-mana. Itu yang bikin kelihatan kumuh,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu, Moh. Syaukani, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kondisi tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh faktor cuaca, terutama hujan yang menyebabkan sampah dari drainase meluap ke jalan.
Ia juga menyebutkan bahwa pembersihan tetap dilakukan sesuai jadwal rutin oleh petugas kebersihan. Namun, diakui masih ada kendala dalam penanganan sampah, seperti keterbatasan armada dan tingginya volume sampah di beberapa wilayah.
“Di beberapa kelurahan dengan volume sampah tinggi, pengangkutan tidak bisa selesai dalam satu hari, sehingga dilanjutkan ke hari berikutnya,” jelasnya.
DLH sendiri saat ini memiliki 9 unit truk sampah dan 3 armroll, dengan sebagian armada harus beroperasi lebih dari satu kali untuk menjangkau seluruh wilayah layanan. Selain itu, keterbatasan personel dan anggaran juga menjadi tantangan dalam optimalisasi pelayanan kebersihan.
Meski demikian, pihak DLH mengaku terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap petugas di lapangan, serta berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah ke depan.
Di sisi lain, DLH juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama.
Kondisi sampah yang berceceran di berbagai titik ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Tanpa penanganan yang lebih maksimal dan konsisten, wajah Kota Dompu sebagai kawasan yang bersih dan nyaman akan sulit terwujud.
Ia juga mengatakan sudah ada jalur khusus yang ditempatkan petugas sapu jalan, namun detail nya belum disampaikan.
(Red)














