SUMBAWA BARAT, SIAR POST | Di tengah geliat kawasan perkantoran Kemutar Telu Center (KTC), Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, hadir satu kuliner yang mendadak jadi buah bibir dan ramai diperbincangkan masyarakat.
Namanya “Bakso Mandalika” kini menjelma menjadi destinasi kuliner baru yang wajib dikunjungi, bukan hanya oleh warga lokal, tetapi juga para pendatang yang singgah di kota Taliwang.
Baru dibuka pada Februari 2026 melalui grand opening yang sederhana namun penuh harapan, Bakso Mandalika justru melesat cepat menjadi viral dalam hitungan minggu.
Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Setiap harinya, pengunjung datang silih berganti, bahkan banyak yang kembali untuk kedua, ketiga kali, dan seterusnya.
Fenomena ini tentu bukan tanpa alasan. Rasa yang ditawarkan benar-benar khas dan berbeda dari bakso pada umumnya. Kuahnya gurih, tidak bikin bosan, dan terasa meresap hingga ke dalam daging.
Tekstur baksonya pun empuk, tidak alot, dan menghadirkan sensasi makan yang memuaskan di setiap suapan.
Varian yang ditawarkan juga menggoda selera. Mulai dari bakso biasa hingga bakso iga dengan potongan daging empuk, serta bakso sum-sum dengan porsi besar yang penuh hingga semangkuk.
Menariknya, semua itu bisa dinikmati dengan harga yang sangat terjangkau, hanya dengan Rp25 ribu saja, sebuah kombinasi rasa dan harga yang sulit ditolak.
Salah satu pengunjung, Andi (32), mengaku langsung jatuh hati sejak suapan pertama.
“Awalnya saya cuma penasaran karena lagi viral. Tapi pas coba, rasanya beda. Dagingnya empuk, kuahnya gurih gak bosan. Ini bukan sekadar bakso biasa, ini lumayan nagih,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Rina (27), yang datang bersama keluarganya.
“Tempatnya nyaman banget. Anak-anak bisa main, kita bisa santai. Sore-sore di sini enak sekali, sambil makan bakso hangat. Rasanya juga tidak bikin bosan,” katanya.
Bahkan, ada pula pengunjung dari luar daerah yang sengaja datang setelah mendengar kabar viralnya Bakso Mandalika.
“Saya dari Sumbawa Besar, sengaja mampir ke sini. Ternyata memang layak dicoba. Jarang ada bakso dengan rasa dan porsi seperti ini,” ungkap Fadli (35).
Tak hanya soal rasa, lokasi Bakso Mandalika menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pengalaman makan semakin lengkap.
Terletak strategis di kompleks KTC, tempat ini menawarkan pemandangan yang asri dan hidup. Di sekelilingnya terdapat area olahraga, taman, hingga spot rekreasi yang ramai digunakan masyarakat.
Dari tempat duduk, pengunjung bisa menikmati aktivitas warga yang jogging, bermain basket, hingga bersantai. Latar belakang megah Masjid Agung Darussalam, yang dikenal sebagai “masjid terapung” karena dikelilingi kolam, menambah kesan estetis dan menenangkan.
Menjelang sore, suasana berubah semakin syahdu. Langit mulai berwarna jingga, angin sepoi-sepoi berhembus, dan aktivitas masyarakat menciptakan nuansa hidup yang hangat.
Inilah yang membuat Bakso Mandalika bukan sekadar tempat makan, tetapi juga tempat berkumpul, bercengkerama, dan menikmati waktu bersama orang-orang terdekat.
Di balik kesuksesan ini, ada sosok inspiratif yang patut diapresiasi. Sri Sustani, seorang pensiunan PNS Pemda KSB, adalah owner di balik lahirnya Bakso Mandalika.
Dengan tekad kuat dan semangat pantang menyerah, ia membangun usaha ini dari nol.
Perjalanan itu tidak mudah. Di awal, ide membuka usaha bakso sempat diragukan, awalnya lebih ingin membuka usaha angkringan.
LANJUT KE HALAMAN BERIKUTNYA:














