Gubernur NTB Absen di Hari Jadi Dompu ke-211, Padahal Hadir di HUT Daerah Lain

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal (dok.Suarantb)

DOMPU, NTB (SIAR POST) – Ketidakhadiran Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-211 Kabupaten Dompu pada Sabtu, 11 April 2026, menuai sorotan publik.
Pasalnya, dalam sejumlah perayaan hari jadi daerah lain di NTB, gubernur justru tercatat hadir secara langsung.

Momentum bersejarah bagi masyarakat Dompu yang diisi dengan pembacaan Ikrar Suku Dompu oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus, berlangsung tanpa kehadiran orang nomor satu di NTB tersebut. Kehadiran gubernur hanya diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Sebab, pada sejumlah peringatan hari jadi kabupaten/kota lainnya, Gubernur NTB diketahui hadir bahkan memimpin langsung jalannya upacara.

Seperti pada HUT ke-22 Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2025, Gubernur Lalu Muhammad Iqbal hadir di Taliwang dan memberikan apresiasi terhadap program unggulan daerah.

Begitu pula pada HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa pada Januari 2026, gubernur turut hadir dan menekankan pentingnya sinergi pembangunan.
Tidak hanya itu, kehadiran gubernur juga tercatat dalam HUT Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga Lombok Utara sepanjang tahun 2025.

Hal ini semakin memperkuat persepsi publik bahwa Dompu, bersama Kabupaten Bima dan Kota Bima, menjadi daerah yang tidak dikunjungi gubernur dalam momentum hari jadinya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi NTB, Ahsanul Khalik, memberikan penjelasan bahwa ketidakhadiran gubernur bukan semata karena kesibukan agenda.

“Memang dalam sepekan ini jadwal Pak Gubernur cukup padat, termasuk pertemuan dengan Menteri ATR/BPN dan kegiatan pelantikan Ketua MUI NTB yang juga dihadiri MUI Pusat. Namun, ketidakhadiran di Dompu juga merupakan bagian dari strategi,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menjelaskan, Gubernur memberikan mandat kepada Sekda Provinsi NTB yang baru untuk menghadiri HUT Dompu sebagai bagian dari proses pengenalan lebih dekat dengan pemerintah daerah dan masyarakat Dompu.

“Momentum HUT ini dianggap tepat sebagai ajang silaturahmi awal bagi Sekda dengan jajaran pemerintah Kabupaten Dompu, dan hal ini telah dikomunikasikan dengan Bupati Dompu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pemprov NTB menegaskan komitmennya terhadap pembangunan di Kabupaten Dompu. Sejumlah program prioritas telah disepakati antara gubernur dan pemerintah daerah untuk direalisasikan mulai tahun 2026.

Program tersebut antara lain intervensi Desa Berdaya untuk menekan angka kemiskinan ekstrem, pembangunan pabrik pakan ternak terpadu senilai sekitar Rp1,3 triliun, hingga program breeding sapi guna meningkatkan kualitas genetik dan produktivitas peternakan di Dompu.

Selain itu, beberapa ruas jalan provinsi juga direncanakan masuk dalam program perbaikan, serta dorongan kepada legislatif untuk meningkatkan alokasi pokok pikiran (pokir) bagi Kabupaten Dompu.

Meski demikian, di tengah penjelasan tersebut, publik tetap menilai ketidakhadiran gubernur dalam momentum penting seperti hari jadi daerah memiliki makna simbolik tersendiri.

Tidak sedikit yang membandingkan dengan kehadiran gubernur di daerah lain yang dinilai lebih konsisten.

Kini, perdebatan di ruang publik pun mengarah pada pertanyaan yang lebih luas, apakah ketidakhadiran ini murni strategi pemerintahan, atau justru mencerminkan adanya ketimpangan perhatian terhadap daerah tertentu di NTB.

Hingga berita ini diturunkan, peringatan HUT ke-211 Kabupaten Dompu tetap berlangsung khidmat dan penuh makna, meski tanpa kehadiran langsung Gubernur NTB. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *