Lombok, SIAR POST – NTB | Diterbitkannya edaran Oleh BGN RI Terkait Menu Roti Untuk B3 ,Peserta Didik , Menu Siap Saji Fresh Food Belum Disajikan oleh SPPG SPPG di Lombok Timur, Edaran BGN no 8 Thn 2026 sudah Terbit , SPPI (KSPPG,Akuntan , Ahli gizi) Membangkang.
SPPI dan MITRA seharusnya Wajib Libatkan UMKM Sebagai Pemasok Menu MBG , Perintah Presiden Sudah Jelas dan Edaran BGN , akan tetapi hingga hari ini menu Roti yang harusnya dilist sebagai menu harian untuk B3 (Bumil dan Balita ) oleh SPPG di Lombok Timur belum dilakukan,”.
Deni ” selaku Direktur Asosiasi UMKM NTB Menerangkan kepada media ini ,
Bukannya berbenah malah seakan sengaja SPPI SPPI ini nampak memusuhi UMKM di Lombok Timur – NTB, Jika dibiarkan selalu seperti ini , Kami Asosiasi UMKM NTB siap Aksi dan minta PECAT SPPI SPPI Membangkang dan melawan Perintah Presiden dan BGN RI,”Tegas Deni (Direktur Asosiasi UMKM NTB)
Dengan diabaikannya perintah Presiden dan BGN RI terkait kewajiban SPPG menjadikan UMKM sebagai pemasok menu , khususnya Roti yang menjadi bidang kerja industri rumahan para pelaku UMKM Lombok – NTB , SPPI harusnya Mulai sadar dan berbenah , mulai bersahabat dan memahami lingkungan, jangan malah jadikan UMKM menjadi Musuh pada program MBG(Bantuan Negara).
Deni ” selaku penggerak UMKM mulai Geram terhadap system kerja SPPI pada dapur dapur MBG, bukan masyarakat atau kalangan Pemerhati yang memancing kenyamanan jalannya program MBG melainkan SPPI SPPI inilah dalang dari keributan keributan yang terjadi terkait berbagai persoalan pada MBG ini ,”terangnya.
Mulai dari sering terjadinga kelambatan pendistribusian , mengakibatkan makanan menjadi Basi,todak layak komsumsi , kelalaian dalam tugas yang sering tidak sejalan dengan perintah BGN RI , termasuk sering diadakannya menu PABRIKAN yang memang dilarang, namun tetap SPPI SPPI ini isi liat menunya dan membagikan Menu menu yang dilarang,”ungkapnya.
Kami , Asosiasi UMKM NTB , dengan tegas meminta kepada BGN RI , agar mengevaluasi kinerja SPPI SPPI membangkang, membunuh mata pencahrian Para Pelaku UMKM Rumahan dan mata pencaharian pekerja rumahan lainnya,”.
Bukankah program MBG ini selain demi memenuhi kebutuhan gizi anak , juga sebagai langkah menghidupkan ekonomi kemasyarakatan dengan melibatkan UMKM yang ada,agar UMKM bisa terus hidup , tumbuh dan berkembang ,malah Dibunuh oleh system kerja SPPI SPPI pada Dapur MBG yang tidak libatkan UMKM rumahan produsen Roti, kami siap menyurati Presiden dan BGN RI jika ini tidak di tindak oleh bos bos SPPI Seperti KOREG NTB ,KORWIL Kabupaten/Kota dan Korcam Korcam yang ada,”
(**)














