Lombok Utara,SIARPOST – Dinamika pemilihan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Lombok Utara Di bay marina hotel desa medana kec tanjung, berlangsung dengan pola yang tak biasa. Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang disebut sebagai “Muscab Riang Gembira”, tak terlihat praktik dukung-mendukung ataupun mobilisasi massa. Namun di balik suasana santai itu, tersimpan mekanisme seleksi ketat berbasis data yang kini sepenuhnya berada di tangan Dewan Pengurus Pusat (DPP).
Ketua DPC PKB Lombok Utara, Jamhur, menegaskan bahwa Muscab kali ini berjalan sesuai skema nasional yang telah dirancang DPP dan ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Muhaimin Iskandar.
“Tidak ada istilah dukung-mendukung. Semua berbasis pemetaan DPP melalui instrumen yang sudah disiapkan,” ujarnya Ksmis 16/04/2026
Instrumen yang dimaksud bukan sekadar formalitas. DPP PKB menggunakan sistem digital seperti Sistem Manajemen Struktur (SMS) dan Sistem Informasi Manajemen Pelaporan (SIMPEL) untuk memantau kinerja kader, terutama anggota DPRD. Aktivitas mereka baik di kantor, partai, maupun di tengah masyarakat tercatat dan dievaluasi rutin setiap pekan.
Hasilnya, bukan popularitas yang menjadi penentu utama, melainkan rekam jejak kerja yang terukur.
Enam Kandidat, Satu Keputusan di Jakarta
Dari hasil pemetaan tersebut, awalnya muncul lima nama kandidat calon Ketua DPC. Namun dalam forum musyawarah, satu nama tambahan ikut menguat, yakni Adam Malik. Dengan demikian, total ada enam kandidat yang kini masuk dalam radar DPP.
Meski demikian, Jamhur memastikan bahwa keputusan akhir tidak ditentukan di tingkat daerah.
“Semua nama sudah kita ajukan. Nanti DPP yang memproses dan menentukan siapa yang layak menjadi Ketua Tanfidz maupun Ketua Syuro,” jelasnya.
Ia memperkirakan keputusan tersebut akan diumumkan dalam waktu sekitar satu pekan, seiring dengan proses penyusunan struktur kepengurusan yang diajukan secara kolektif tanpa menyebut posisi.
Di tengah proses regenerasi kepemimpinan, PKB Lombok Utara tak menyembunyikan ambisinya. Sebagai partai dengan kursi terbanyak di DPRD KLU, target minimal adalah mempertahankan posisi tersebut.
“Minimal kita pertahankan enam kursi. Tapi maksimalnya, kita harus tambah kursi di tiap dapil,” tegas Jamhur.
Nada yang sama disampaikan Sekretaris DPC, Adam Malik. Ia menilai capaian PKB selama ini menjadi modal kuat untuk melangkah lebih jauh, termasuk dalam kontestasi eksekutif.
Menariknya, PKB Lombok Utara juga mulai membuka arah politik ke depan. Partai berlambang bola dunia itu memastikan akan mengusung kader sendiri dalam pemilihan kepala daerah mendatang.
“Kami akan kirim kader terbaik untuk jadi orang nomor satu di Lombok Utara. Figurnya sudah ada di internal,” ungkap Adam Malik.
Pernyataan ini menjadi sinyal tegas bahwa PKB tidak hanya ingin dominan di legislatif, tetapi juga kembali merebut posisi strategis di eksekutif mengingat partai tersebut pernah mencatat sejarah memimpin daerah itu sebelumnya.
Dengan kombinasi sistem seleksi berbasis data dan ambisi politik yang terukur, Muscab PKB Lombok Utara kali ini bukan sekadar forum rutin. Ia menjadi titik awal konsolidasi serius menuju pertarungan politik berikutnya.(Niss,)
