Kades Senggigi Apresiasi Sudamala Resorts: Skrining Kanker Payudara Jadi Pilot Project Kepedulian Pariwisata

Lombok Barat, NTB (SIAR POST)– Kepala Desa Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Mastur, menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan skrining kanker payudara gratis yang digelar oleh Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani melalui program Bali Pink Ribbon Roadshow di wilayahnya.

Menurut Mastur, kegiatan pemeriksaan kesehatan yang berfokus pada deteksi dini kanker payudara ini merupakan langkah nyata dan sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit berbahaya sejak awal.

“Alhamdulillah, kami selaku Pemerintah Desa Senggigi mengucapkan banyak terima kasih atas kegiatan ini. Pemeriksaan kesehatan, khususnya untuk pencegahan dini kanker payudara, sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Selasa (5/5/2026).

Ia menegaskan, kegiatan seperti ini menjadi contoh nyata kepedulian sektor pariwisata terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Bahkan, Mastur menyebut program ini layak dijadikan pilot project bagi pelaku industri pariwisata lainnya di Lombok maupun daerah lain.

“Yayasan Sudamala menjadi salah satu yang pertama dari sektor hotel yang mengadakan kegiatan seperti ini. Kami dari pemerintah desa tentu mensupport penuh kegiatan sosial seperti ini. Harapannya ini bisa menjadi contoh atau pilot project bagi industri pariwisata agar lebih peduli terhadap masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Mastur berharap kegiatan sosial semacam ini tidak berhenti hanya pada satu momentum, melainkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

“Jangan berhenti sampai di sini. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dari sisi komitmen desa, Mastur menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Senggigi sejak awal telah menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama dalam pembangunan, sejalan dengan upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Kesehatan, pendidikan, dan ekonomi menjadi tiga fokus utama kami. Untuk sektor kesehatan, kami sudah menganggarkan sekitar Rp272 juta melalui APBDes,” jelasnya.

Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai program, mulai dari layanan ambulans gratis hingga pembiayaan BPJS bagi warga kurang mampu.

Dari total 3.736 penduduk Desa Senggigi, tercatat sebanyak 831 jiwa belum tercover BPJS, dan setelah diverifikasi, sekitar 650 orang di antaranya benar-benar tidak mampu membayar secara mandiri.

Sebagai solusi, Pemerintah Desa Senggigi menghadirkan program BPJS mandiri kolektif yang dibiayai langsung melalui APBDes setiap tahun. Program ini bahkan disebut Mastur sebagai satu-satunya di tingkat desa secara nasional.

“Ini mungkin satu-satunya desa yang memiliki program BPJS mandiri kolektif yang dibayarkan melalui APBDes. Ini bentuk komitmen kami memastikan masyarakat mendapatkan akses kesehatan,” ungkapnya.

Exit mobile version