MATARAM, SIAR POST – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII NTB 2026 berlangsung dengan atmosfer persaingan yang tinggi. Sengitnya perebutan prestasi di berbagai cabang olahraga memunculkan beragam dinamika di arena pertandingan.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi, mengajak seluruh atlet, pelatih, official, suporter, dan masyarakat untuk menyikapi setiap dinamika dengan kepala dingin serta tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Menurut Mori, tensi tinggi dalam sebuah ajang olahraga berskala besar merupakan hal yang wajar. Semangat meraih kemenangan tidak boleh menghilangkan nilai-nilai persaudaraan yang menjadi ruh olahraga.
“Kompetisi yang ketat pasti melahirkan tensi yang tinggi di lapangan. Terkait adanya dinamika saat pertandingan, kami melihatnya sebagai bukti gairah juara yang luar biasa dari masing-masing daerah. Tetapi, kami mengingatkan agar kita semua tetap menaruh rasa hormat dan sportivitas di atas segalanya,” ujar Mori Hanafi saat memantau pertandingan PORPROV NTB 2026.
Ia menegaskan, setiap persoalan yang muncul selama pertandingan akan diselesaikan melalui mekanisme resmi sesuai regulasi olahraga yang berlaku. Panitia Besar PORPROV bersama tim pengawas terus bekerja maksimal untuk memastikan setiap keberatan atau sengketa ditangani secara profesional, objektif, dan adil.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar pelaksanaan PORPROV tetap berjalan kondusif hingga penutupan, sekaligus menjaga kepercayaan seluruh kontingen terhadap penyelenggaraan pesta olahraga terbesar di Nusa Tenggara Barat tersebut.
Mori juga menilai dinamika yang terjadi harus dijadikan sebagai proses pembelajaran dan pendewasaan bagi atlet, pelatih, maupun official. Ia berharap seluruh peserta mampu menunjukkan sikap dewasa dalam menerima hasil pertandingan, baik saat meraih kemenangan maupun ketika harus mengakui keunggulan lawan.
“Kita ingin PORPROV menjadi ajang melahirkan atlet-atlet terbaik NTB. Karena itu, semangat fair play harus selalu dikedepankan agar prestasi yang diraih benar-benar lahir dari kompetisi yang sehat,” tegasnya.
