Setelah menyelesaikan riset tahun pertama dan melakukan diseminasi hasil penelitian, tim Prof. Misbah kini mulai mengarah pada tahap penyusunan sekaligus pengujian model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Tim juga menyiapkan policy brief yang berisi temuan penelitian dan berbagai usulan yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan regulasi.
Tahap berikutnya akan dilakukan melalui proses piloting dengan memilih wilayah yang memiliki kedekatan geografis dan basis budaya.
Pemilihan wilayah tersebut diharapkan memudahkan proses pendampingan, koordinasi sekaligus pengujian model sebelum dikembangkan lebih luas.
Dalam prosesnya, tim akan melibatkan pemerintah daerah, sekolah, komunitas, kelompok masyarakat, perguruan tinggi serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Prof. Misbah menegaskan pendekatan akademik dalam penelitian akan dipadukan dengan pengetahuan lokal. Model tidak semata-mata dirancang dari perspektif akademisi, tetapi juga akan dikonsultasikan dan didialogkan bersama masyarakat serta pemimpin wilayah.
Dengan pendekatan tersebut, model pemberdayaan diharapkan tidak menjadi konsep yang berhenti di atas kertas, melainkan dapat menyesuaikan kebutuhan dan karakter masyarakat di masing-masing daerah.
