TALIWANG, SIAR POST — Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi calon jamaah haji melalui sistem yang lebih terintegrasi, cepat, dan berbasis risiko. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan Program Kesehatan Jamaah Haji Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2026 di Kedai Sawah Meeting Room, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan Sistem Integrasi dan Akselerasi Gerakan Pelayanan Primer Berbasis Risiko (SIAGA PRIMA KSB), dengan menitikberatkan pada pemetaan kondisi kesehatan calon jamaah sejak tingkat Puskesmas hingga layanan rujukan.
Rapat dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat dr. Carlof, M.M.R.S., M.Q.M., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sumbawa Barat, jajaran RSUD Asy-Syifa, kepala dan dokter Puskesmas, pengelola Program Kesehatan Haji, serta lintas program Dinas Kesehatan seperti TRC Ambulans, CKG, TB, Surveilans, Imunisasi, dan Promosi Kesehatan dari masing-masing UPTD Puskesmas.
Pembahasan difokuskan pada penguatan sinergi dalam penetapan istitha’ah kesehatan jamaah haji, pembinaan kebugaran, pemetaan risiko kesehatan, serta memastikan alur pelayanan berjalan efektif dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan.
Dinas Kesehatan juga melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan haji sebelumnya sekaligus memetakan calon jamaah yang masuk kategori risiko tinggi pada tahun berjalan. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah pembinaan dan intervensi kesehatan secara lebih tepat.
Salah satu poin penting yang disepakati adalah standarisasi pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji. Pemeriksaan dimulai dari tingkat Puskesmas, kemudian dilanjutkan dengan mekanisme rujukan ke RSUD Asy-Syifa apabila diperlukan pemeriksaan penunjang maupun pelayanan spesialistik.
Penguatan sistem juga dilakukan melalui percepatan dan ketepatan integrasi data pemeriksaan kesehatan melalui Siskohatkes. Hasil pemeriksaan tahap pertama dan kedua harus dianalisis serta diverifikasi terlebih dahulu sebelum diinput ke dalam sistem, sehingga data kesehatan jamaah benar-benar akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan.
Tidak hanya berfokus pada pemeriksaan medis, Dinas Kesehatan Sumbawa Barat juga memperkuat aspek promotif dan preventif. Pembinaan kebugaran calon jamaah menjadi perhatian melalui penyusunan program latihan fisik yang terstruktur di wilayah kerja masing-masing Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat menekankan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan sejak awal harus mampu menghasilkan pemetaan dan stratifikasi risiko setiap calon jamaah. Data tersebut kemudian diintegrasikan dengan layanan TRC Ambulans berbasis Puskesmas untuk menentukan bentuk intervensi yang dibutuhkan.
Dengan pola tersebut, TRC Ambulans tidak hanya berfungsi dalam kondisi darurat, tetapi juga dapat mendukung mobilitas pemeriksaan, akses pelayanan kesehatan, serta respons terhadap kebutuhan jamaah secara lebih cepat dan terkoordinasi.
Melalui SIAGA PRIMA KSB, Dinas Kesehatan Sumbawa Barat ingin memastikan pelayanan kesehatan jamaah haji tidak berhenti pada pemeriksaan administratif semata. Setiap calon jamaah diharapkan mendapatkan pembinaan, pemantauan, dan intervensi sesuai kondisi serta tingkat risiko kesehatannya.
Kolaborasi lintas sektor dan lintas program tersebut menjadi langkah penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan haji yang terintegrasi, responsif, efektif, dan berbasis risiko, sehingga calon jamaah Sumbawa Barat dapat mempersiapkan diri secara optimal dan menjalankan ibadah haji dalam kondisi sehat serta aman.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat siap terus maju dan hadir memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Salam Sehat. (Red)
