LOMBOK UTARA,SIARPOST — Masyarakat Lombok Utara tidak lagi harus selalu datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan. Dukcapil Lombok Utara secara rutin menghadirkan pelayanan langsung ke desa-desa melalui program pelayanan keliling.
Program ini dilakukan secara terjadwal setiap pekan, tepatnya setiap Selasa dan Kamis, dengan sasaran seluruh desa di Kabupaten Lombok Utara. Pola tersebut diterapkan agar pelayanan administrasi kependudukan dapat menjangkau masyarakat secara merata, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pelayanan.
Sekretaris Dukcapil Lombok Utara, Arif Aryadi, mengatakan pelayanan keliling merupakan program rutin yang dilakukan setiap tahun dan bukan sekadar kegiatan sesaat.
“Setiap minggu kami turun ke desa, yaitu hari Selasa dan Kamis. Selama satu tahun seluruh desa kami kunjungi,” ujar Arif saat ditemui dirunganya Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurutnya, cakupan pelayanan tersebut dibuat seluas mungkin. Petugas Dukcapil menyasar desa-desa di berbagai wilayah Lombok Utara, mulai dari Sambik Elen hingga Malaka, termasuk Desa Gili Indah.
“Jadi selama setahun seluruh desa kami kunjungi,” katanya.
Dengan sistem tersebut, masyarakat memiliki alternatif pelayanan yang lebih dekat tanpa harus mengeluarkan waktu dan biaya tambahan untuk datang langsung ke kantor Dukcapil di Gangga.
Kehadiran pelayanan di desa juga dinilai sangat membantu kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas, khususnya warga lanjut usia.
Salah seorang warga,Samaguna kecamatan Tanjung , Nurianto, mengaku pelayanan jemput bola memberikan kemudahan bagi masyarakat karena warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.
“Alhamdulillah dengan adanya pelayanan sampai ke desa, kami jadi tidak perlu jauh-jauh ke Gangga. Hemat biaya transport, hemat waktu. Ini sangat membantu warga terutama yang sudah lansia,” ujarnya.
Ia berharap pelayanan keliling tersebut terus dipertahankan dan menjangkau seluruh masyarakat secara berkelanjutan.
Bagi Dukcapil Lombok Utara, pelayanan jemput bola menjadi bagian dari upaya mengubah pola pelayanan publik. Masyarakat tidak hanya menunggu datang ke kantor, tetapi pemerintah hadir langsung mendekati warga.
Melalui pelayanan yang dilakukan secara bergilir sepanjang tahun, Dukcapil menargetkan akses administrasi kependudukan semakin mudah dan merata, sekaligus mendorong masyarakat memastikan dokumen kependudukannya tetap lengkap dan tertib.
Pelayanan publik bukan sekadar soal cepat, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan layanan tanpa harus menghadapi jarak dan biaya yang menjadi hambatan.(Niss)
