Diserang Isu Miring Soal Kadus, Kades Mertak Angkat Bicara: Jangan Hakimi Sepihak

LOMBOK TENGAH, SIAR POST — Kepala Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, M. Sahnan, akhirnya angkat bicara menanggapi berbagai isu miring yang beredar di media sosial dan sejumlah platform digital.

Ia menegaskan bahwa informasi yang menyudutkan dirinya tersebut tidak utuh dan berpotensi memecah belah masyarakat desa.

Isu tersebut bermula dari ketidakpuasan seorang oknum yang tidak terpilih sebagai Kepala Dusun (Kadus) Awang Kebon.

Oknum tersebut merasa nilai yang diperolehnya dalam proses seleksi panitia (pansel) lebih tinggi dibandingkan calon yang akhirnya ditetapkan.

Ketidakpuasan itu kemudian berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
Situasi semakin memanas setelah muncul perdebatan di grup WhatsApp Pemdes Desa Persiapan Awang, yang diwarnai pro dan kontra serta sejumlah ungkapan yang dinilai kurang pantas.

Dalam kondisi tersebut, Kades Mertak sempat menyampaikan pernyataan dalam bahasa Sasak dengan tujuan meredam ketegangan agar persoalan tidak melebar ke mana-mana.
Namun, upaya meredakan konflik tersebut belum membuahkan hasil.

Melihat eskalasi persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, Camat Pujut bersama Kapolsek Kuta turun langsung melakukan mediasi.

Keduanya mempertemukan Kades Mertak dengan tokoh masyarakat Dusun Awang Kebon untuk mencari solusi damai.

Langkah mediasi ini dinilai penting, mengingat dalam waktu dekat masyarakat akan melaksanakan tradisi Bau Nyale, agenda budaya besar yang membutuhkan suasana aman dan kondusif.

Sayangnya, proses musyawarah tersebut justru diwarnai insiden keributan. Seorang oknum warga dari Dusun Awang Asam diduga memicu konflik di tengah forum yang belum mencapai kesepakatan.

Hal ini sangat disesalkan oleh Kades Mertak, terlebih saat itu dirinya sedang menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Dusun Awang Kebon.

“Walaupun secara pribadi saya tidak melakukan kesalahan langsung, sebagai kepala desa saya merasa sudah sepatutnya meminta maaf demi menjaga persatuan dan ketenangan masyarakat,” ujar M. Sahnan, Minggu (1/2/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu-isu miring yang beredar tanpa klarifikasi menyeluruh.

Menurutnya, setiap persoalan seharusnya dilihat dari kedua sisi, bukan hanya berdasarkan satu narasi yang beredar di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *