Dapur MBG Empang Ditutup Tanpa Kejelasan, Puluhan Siswa Empat Sekolah Turun ke Kantor Camat Tuntut Hak Makan Bergizi Gratis

Camat empang saat menanggapi permintaan para siswa. Dok Edo

Empang, SIAR POST — Puluhan siswa-siswi dari empat sekolah di Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, menggelar aksi protes dengan mendatangi Kantor Camat Empang, Selasa (3/2/2026). Mereka menuntut kejelasan atas dihentikannya operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini menjadi sumber pemenuhan gizi siswa.

Aksi tersebut diikuti oleh siswa dari MAN 3 Sumbawa, SMP Negeri 3 Empang, MIN 3 Sumbawa, dan MTs, yang sebelumnya tercatat sebagai penerima manfaat program unggulan Presiden Republik Indonesia itu.

Para siswa berjalan kaki dari sekolah masing-masing menuju Kantor Camat Empang sambil membawa keresahan yang sama, hak mereka atas MBG terhenti tanpa kejelasan.

Salah seorang siswa MAN 3 Sumbawa dalam orasinya menegaskan bahwa aksi ini murni inisiatif siswa.

“Kami datang ke sini karena dapur MBG macet. Ini inisiatif kami sendiri. Kami tidak lagi menerima makan bergizi gratis, padahal sebelumnya program ini berjalan dan sangat membantu kami,” ujarnya.

Para siswa menduga penghentian layanan MBG ini disebabkan oleh pemberhentian sepihak Kepala SPPG Dapur 2 Empang, tanpa ada penjelasan resmi kepada sekolah maupun penerima manfaat.

Padahal, program MBG telah berjalan dan memberikan dampak positif bagi kesehatan serta semangat belajar siswa.

Camat Empang, Abdul Rais, yang menerima langsung aspirasi para siswa, mengaku hingga saat ini belum mendapatkan informasi resmi terkait alasan penutupan dapur MBG tersebut.

“Belum ada informasi lanjutan ke kami kenapa dapur ini ditutup. Padahal sebelumnya program ini berjalan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa mediasi telah dilakukan di Kantor Koramil Empang sekitar satu minggu sebelumnya, difasilitasi oleh Yayasan Baihaki.

Dalam pertemuan itu, disepakati dapur MBG tetap beroperasi sambil menunggu revisi isi perjanjian. Namun hingga kini, hasil revisi dan isi perjanjian tersebut belum pernah disampaikan ke pemerintah kecamatan.

“Kalau memang ada perjanjian yang direvisi, seharusnya disampaikan ke kami. Sampai sekarang tidak ada. Yang dirugikan jelas sekolah dan siswa sebagai penerima manfaat,” tegas Camat.

Ia menambahkan bahwa dari sekian banyak sekolah penerima manfaat dapur MBG Empang, baru empat sekolah yang datang sebagai perwakilan, namun dampaknya dirasakan oleh seluruh sekolah penerima.

Camat Empang berjanji akan kembali berkoordinasi dengan pihak Koramil dan pengelola dapur untuk memastikan kejelasan operasional MBG.

Ia juga menegaskan pentingnya transparansi menu dan laporan harian agar dapat dievaluasi bersama.

Pewarta : Edo MH
Editor : Feryal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *