Baznas Lombok Utara Targetkan Rp 4 Miliar Dana Kurban, Distribusi Daging Diupayakan Lebih Merata

Lombok Utara, SIARPOST – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Utara mulai mematangkan strategi pengumpulan hewan kurban dengan target ambisius mencapai Rp4 miliar.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi daging kurban tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan di seluruh Lombok Utara.

Ketua Baznas Kabupaten Lombok Utara, Selamat Riyadi, mengatakan tahun ini pihaknya menerapkan dua skema pengumpulan kurban, yakni off-balance sheet dan on-balance sheet, sebagai upaya memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat pendataan hewan kurban.

Menurutnya, skema off-balance sheet menargetkan pengumpulan sekitar Rp4 miliar dalam bentuk uang yang nantinya akan dibelikan hewan kurban.

Selain itu, Baznas juga akan mendata seluruh masyarakat muslim yang melaksanakan kurban melalui masjid-masjid dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa.

“Selama ini masyarakat banyak berkurban secara mandiri. Tahun ini kami ingin seluruh proses itu lebih terdata agar distribusi kurban bisa lebih merata dan terorganisir,” ujarnya, Kamis 30/04/2026.

Sementara itu, skema on-balance sheet menjadi langkah baru yang mulai diterapkan tahun ini. Dalam skema ini, Baznas menargetkan dana sebesar Rp75 juta atau setara sekitar lima ekor sapi yang dikelola langsung dalam neraca lembaga.

“Alhamdulillah, sudah ada beberapa masyarakat yang menyampaikan niatnya untuk berkurban melalui Baznas. Ini menjadi awal yang baik,” katanya.

Baznas juga telah menetapkan standar harga hewan kurban untuk memudahkan masyarakat. Untuk kambing dipatok Rp2,5 juta per ekor, sedangkan sapi sebesar Rp14 juta per ekor.

Satu ekor sapi bisa atas nama pribadi maupun sistem patungan tujuh orang.Harga tersebut, lanjut Selamat, sudah mencakup seluruh kebutuhan mulai dari pembelian hewan, biaya pemotongan, pengantaran hingga operasional lainnya.

“Jadi masyarakat tidak perlu repot lagi, semuanya sudah kami siapkan secara all-in,” jelasnya.

Dalam mekanisme penyaluran, Baznas tetap memberi ruang bagi pengurban yang ingin menyalurkan kurbannya kepada mustahik tertentu di wilayah masing-masing.

Namun jika diserahkan sepenuhnya kepada Baznas, maka lembaga tersebut akan mengatur distribusi berdasarkan data penerima yang telah disiapkan.Baznas menilai sistem ini penting agar tidak terjadi penumpukan distribusi di satu wilayah, sementara daerah lain justru kekurangan.

Selamat berharap masyarakat yang memiliki kelebihan rezeki dapat menyalurkan kurbannya melalui Baznas sebagai lembaga resmi pemerintah, sehingga manfaatnya lebih luas dan tepat sasaran.

“Kami ingin kurban ini benar-benar menjadi solusi sosial. Bukan hanya ibadah personal, tetapi juga bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh Kabupaten Lombok Utara,” tutupnya.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *