Pemenang Tender Proyek Pariwisata Rp13,39 Miliar di KSB Sudah Ada, Tapi Belum Diumumkan, Ini Penjelasan Dinas Parpora

SUMBAWA BARAT – Proses tender proyek Pariwisata Kerakyatan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) senilai Rp13.391.870.442,49 memasuki tahapan penting. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Parpora) KSB, H. Wahidin SPd MM, mengungkapkan bahwa pemenang tender sebenarnya telah ditetapkan, namun hingga kini belum diumumkan secara resmi kepada publik.

Menurut Wahidin, keterlambatan pengumuman bukan berada dalam kewenangan Dinas Parpora, melainkan menjadi ranah Unit Layanan Pengadaan (ULP) sesuai mekanisme yang berlaku.

“Setahu saya sekarang masih proses tender. Pemenangnya sebenarnya sudah ada, tetapi belum diumumkan. Urusan ULP kami tidak bisa mengintervensi,” ujar Wahidin saat dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2026).

Ia menjelaskan, besar kemungkinan pengumuman pemenang belum dilakukan karena masih menunggu selesainya masa sanggah yang diberikan kepada peserta tender yang belum dinyatakan menang.

“Kemungkinan diberikan kesempatan sanggah bagi peserta yang tidak menang. Itu merupakan bagian dari mekanisme pengadaan,” jelasnya.

Wahidin menegaskan, setelah proses tersebut selesai dan pemenang diumumkan secara resmi, pekerjaan fisik baru dapat berjalan sesuai tahapan.

“Nanti setelah diumumkan, pencairan anggaran dilakukan berdasarkan progres pekerjaan di lapangan. Jadi pembayarannya bertahap sesuai volume pekerjaan yang sudah dikerjakan,” katanya.

Ia menambahkan, jasa pengawasan proyek juga telah melalui proses tender sehingga dalam waktu dekat pengawasan lapangan mulai berjalan.

“Kalau pengawasnya juga sudah ditender. Kemungkinan akhir bulan depan sudah mulai ada pembayaran untuk jasa pengawasan. Saya kira dalam satu bulan ke depan sudah mulai terlihat realisasi pekerjaan meskipun progresnya masih kecil,” ujarnya.

Proyek Pariwisata Kerakyatan KSB sendiri menjadi perhatian masyarakat karena memiliki nilai anggaran yang mencapai Rp13,39 miliar dengan puluhan paket pekerjaan bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Salah satu paket terbesar adalah pembangunan Jalur Tracking Wisata Kerakyatan 1 senilai Rp5.075.620.000.

Selain itu terdapat pembangunan Lapak UMKM Rest Area Tiu Suntuk sebesar Rp1.194.202.214,50, Amphitheater Rest Area Tiu Suntuk senilai Rp904.542.707,49, Mushalla Rest Area Tiu Suntuk sebesar Rp811.505.737,96, pembangunan Loket Wisata Kerakyatan 1 senilai Rp765.798.173,60, serta Jembatan Wisata Kerakyatan 1 Brang Ene sebesar Rp757.111.191,23.

Wahid memastikan seluruh pekerjaan menggunakan Standar Satuan Harga (SSH) pemerintah dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026. Ia juga menyambut positif perhatian masyarakat terhadap besarnya nilai proyek tersebut.

“Kami senang kalau masyarakat ikut mengawasi. Itu menjadi motivasi bagi kami supaya lebih berhati-hati dalam pelaksanaan pekerjaan. Kalau anggarannya besar, tentu spesifikasi pekerjaannya juga harus bagus,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *