NTBCARE Desak Pemprov NTB Tingkatkan Kelayakan Rumah Singgah Pasien, Oksigen hingga Layanan Antar Jemput Jadi Kebutuhan Mendesak

MATARAM, SIARPOST – Komunitas sosial NTBCARE mendesak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya melalui Dinas Sosial Provinsi NTB, agar mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan kelayakan fasilitas rumah singgah bagi pasien rujukan di Kota Mataram.

Desakan tersebut disampaikan menyusul masih banyaknya keterbatasan fasilitas di rumah-rumah singgah yang selama ini menjadi tempat tinggal sementara pasien dan keluarga yang datang dari berbagai daerah di NTB untuk menjalani pengobatan di RSUP Provinsi NTB.

Perwakilan NTBCARE, Yuni Bourhany, mengatakan rumah singgah bukan sekadar tempat transit, melainkan bagian penting dari pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang berasal dari luar Kota Mataram.

“Rumah singgah bukan tempat transit biasa. Ini adalah lini kedua pelayanan kesehatan. Standarnya harus aman, layak, dan mampu memberikan respons saat kondisi darurat. Kami berharap Pemerintah Provinsi NTB dapat memaksimalkan layanan ini agar tidak ada lagi pasien yang berjuang sendirian jauh dari rumah,” ujarnya.

Menurut Yuni, selama lima tahun terakhir NTBCARE bersama para pengelola rumah singgah terus berupaya membantu pasien dengan kemampuan yang terbatas. Namun, masih banyak kebutuhan dasar yang belum mampu dipenuhi tanpa dukungan pemerintah.

“Artinya kami sudah memberikan bantuan selama lima tahun berjalan. Harapan saya pemerintah mengambil peran pada bagian yang belum bisa dilengkapi oleh rumah singgah. Kami mendesak Pemprov NTB melalui Dinas Sosial membantu memberikan standar kelayakan bagi rumah singgah yang berada di sekitar RSUP,” tegasnya.

Tiga Fasilitas yang Dinilai Paling Mendesak

NTBCARE mengusulkan sedikitnya tiga dukungan prioritas yang dinilai sangat mendesak untuk dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Pertama, penyediaan tabung oksigen beserta pengisian ulangnya. Menurut Yuni, fasilitas ini menjadi kebutuhan paling krusial karena banyak pasien mengalami gangguan pernapasan, pasca operasi, maupun penyakit kronis yang sewaktu-waktu membutuhkan oksigen.

“Kondisi sekarang yang paling krusial adalah kebutuhan oksigen dan tabung yang dapat digunakan pasien ketika mengalami sesak napas. Ini sangat penting karena bisa menyelamatkan nyawa saat keadaan darurat,” katanya.

Kedua, penyediaan kursi roda. Hingga saat ini sejumlah rumah singgah belum memiliki kursi roda yang memadai untuk membantu mobilitas pasien, lansia maupun penyandang disabilitas menuju rumah sakit.
Ketiga, layanan antar jemput antara rumah singgah dan RSUP NTB.

Menurut NTBCARE, banyak pasien maupun keluarga datang pada malam hari atau dalam kondisi fisik yang lemah sehingga membutuhkan kendaraan operasional yang dapat digunakan secara terjadwal.

“Layanan antar jemput belum tersedia. Padahal keberadaannya sangat membantu pasien agar tidak terlantar dan mengurangi beban biaya transportasi keluarga,” jelasnya.

Delapan Rumah Singgah Butuh Dukungan

Yuni mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar delapan rumah singgah di Kota Mataram yang secara rutin melayani pasien rujukan dari berbagai kabupaten dan kota di NTB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *