Lombok utara SIARPOST– Kelanjutan pembangunan Alun-Alun Kota Tanjung kembali masuk daftar tunggu. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) memastikan proyek penataan kawasan yang menjadi ikon ibu kota kabupaten itu belum dapat dilanjutkan pada tahun 2026 karena keterbatasan anggaran daerah.
Di tengah harapan masyarakat agar wajah baru Alun-Alun Kota Tanjung segera rampung, pemerintah justru mengambil langkah berbeda dengan mengutamakan pembangunan yang dinilai lebih mendesak dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kabupaten Lombok Utara, Rangga Wijaya, Sabtu, 27/06/2026,mengatakan pembangunan lanjutan alun-alun belum memungkinkan untuk dikerjakan tahun ini.
“Untuk pembangunan Alun-Alun Kota Tanjung pada tahun 2026 ini belum bisa kita lanjutkan,” ujar Rangga Wijaya.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan tidak membatalkan proyek tersebut. Pembangunan hanya ditunda hingga kondisi keuangan daerah memungkinkan.
“Insya Allah tahun 2027 kita akan bangun, tergantung ada anggaran,” katanya.
Menurut Rangga, pembangunan lanjutan Alun-Alun Kota Tanjung masih membutuhkan anggaran miliaran rupiah. Namun, kebutuhan tersebut belum dapat diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
“Untuk tahun ini anggaran untuk alun-alun belum ada,” jelasnya.
Alih-alih melanjutkan proyek penataan kawasan perkotaan, Pemkab KLU memilih mengarahkan anggaran pada sejumlah proyek prioritas, seperti pembangunan Kantor Inspektorat Kabupaten Lombok Utara, pembangunan gapura pembatas di Klui, serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Bayan.
“Untuk tahun ini bidang Cipta Karya fokus ke pembangunan Kantor Inspektorat Kabupaten Lombok Utara, pembangunan gapura pembatas di Klui, kemudian SPAM di Bayan,” ungkap Rangga.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mulai memberi perhatian pada pembangunan ruang bagi generasi muda melalui pembangunan Gedung Youth Center dengan anggaran sebesar Rp1,8 miliar.
Gedung tersebut diproyeksikan menjadi pusat kreativitas, pengembangan bakat, dan ruang aktivitas positif bagi anak muda di Kabupaten Lombok Utara.
Penundaan pembangunan Alun-Alun Kota Tanjung pun menjadi gambaran bagaimana pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian prioritas pembangunan di tengah keterbatasan fiskal. Di satu sisi, alun-alun masih menjadi proyek yang dinanti masyarakat, namun di sisi lain, kebutuhan infrastruktur dasar dan fasilitas publik yang lebih mendesak kini menjadi pilihan utama pemerintah daerah.(Niss)














