LOMBOK UTARA,SIARPOST– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Utara (KLU) sukses mengawali rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 KLU melalui gelaran Festival Sate Tanjung yang dipadukan dengan pembukaan Pekan Budaya Kabupaten Lombok Utara, Kamis (2/7/2026).
Festival yang dipusatkan di Kecamatan Tanjung itu tidak sekadar menjadi ajang kuliner, tetapi juga menjadi upaya Dikbud KLU dalam mengangkat identitas budaya daerah dan memperkuat posisi Sate Tanjung sebagai warisan kuliner khas Lombok Utara yang telah memiliki Hak atas Kekayaan Intelektual.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Utara, M. Najib, menyebut Festival Sate Tanjung dan Pekan Budaya sengaja dirancang sebagai ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Melalui festival tersebut, Dikbud KLU ingin memastikan bahwa perayaan HUT daerah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum pelestarian budaya yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Selain menampilkan kekayaan kuliner khas daerah, festival ini juga menjadi titik awal berbagai agenda budaya dan hiburan yang akan berlangsung hingga 21 Juli 2026 di seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Utara.
Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KLU, yang dinilai berhasil menghadirkan konsep perayaan yang menyentuh masyarakat.
“Selamat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia, dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Utara dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujar Najmul.
Menurutnya, Festival Sate Tanjung menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian HUT ke-18 KLU yang tahun ini dirancang lebih dekat dengan masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan di setiap kecamatan.
“Walaupun tidak semeriah HUT ke-17, tetapi yang terpenting seluruh masyarakat Lombok Utara bisa merasakan manfaatnya. Karena hari ulang tahun ini adalah milik kita semua,” katanya.
Najmul juga menegaskan bahwa Sate Tanjung kini telah memiliki status HAKI sehingga menjadi identitas kuliner yang melekat dengan Kabupaten Lombok Utara.
“Ini adalah kuliner khas Lombok Utara yang sudah memiliki Hak atas Kekayaan Intelektual. Tidak bisa lagi diklaim oleh daerah lain,” tegasnya.
Bupati Najmul bahkan berharap Sate Tanjung nantinya dapat menjadi salah satu menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga kuliner khas daerah itu semakin dikenal dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha kuliner di Lombok Utara.(Niss)
Dengan menjadikan Sate Tanjung sebagai ikon pembuka Pekan Budaya dan HUT ke-18 KLU, Dikbud Kabupaten Lombok Utara menunjukkan komitmennya untuk terus menjaga, mempromosikan, dan mengembangkan warisan budaya daerah agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi mendatang.














