Gagalnya Dua Balon, Pathul Bahri Disebut Pantas Jadi Ketua KONI NTB

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"clone":1,"resize":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

MATARAM, SIAR POST — Bursa perebutan kursi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2030 kembali menjadi perbincangan. Setelah dua bakal calon, Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal, dinyatakan tidak memenuhi syarat, kini muncul nama baru yang mulai diperbincangkan: Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri.

Nama Pathul Bahri mencuat setelah akun media sosial seorang pemuda NTB, Nur Aghil Missuari II mengunggah pernyataan yang menyebut sosok Bupati Lombok Tengah tersebut sebagai salah satu figur yang dinilai dapat menjadi solusi untuk masa depan KONI NTB.

Unggahan itu muncul di tengah dinamika politik olahraga NTB yang semakin menghangat pascapengumuman hasil Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) calon Ketua KONI NTB.

Dalam unggahannya, Nur Aghil menulis bahwa gagalnya dua bakal calon Ketua KONI NTB membuka ruang munculnya figur baru. Salah satu nama yang kemudian disebut adalah Lalu Pathul Bahri.

“Dengan gagalnya 2 bakal calon ketua KONI NTB, muncul sosok figur Bapak Lalu Pathul Bahri (Bupati Lombok Tengah) sebagai solusi masa depan Ketua KONI NTB.” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (19/8/2026).

Selain itu, Senior dari aktivis media, Muhammad Rum yang akrab disapa Roy, mengatakan, peluang besar Pathul Bahri bisa menjadi kuda hitam sebagai kandidiat Balon yang tidak disangka sebelumnya.

“Secara historis Pathul Bahri punya rekam jejak yang luar biasa apalagi hasil dari Porprov 2026 kemarin sangat baik, dan itu menjadi modal besar,” ujar Roy.

Meski demikian, hingga kini kemunculan nama Pathul Bahri tersebut masih berada pada ranah wacana dan dorongan dari sejumlah pihak. Belum ada pernyataan resmi bahwa Pathul Bahri telah mendaftarkan diri atau menyatakan maju dalam kontestasi Ketua KONI NTB.

125 Medali Emas Jadi Modal Besar

Wacana mendorong Pathul Bahri masuk dalam bursa Ketua KONI NTB tidak muncul tanpa alasan. Prestasi olahraga Lombok Tengah dalam ajang PORPROV KONI NTB XII 2026 menjadi salah satu modal yang banyak disorot.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum KONI Lombok Tengah, H. Lalu Firman Wijaya, bersama jajaran pengurus, pelatih, atlet dan seluruh unsur pendukung, kontingen Lombok Tengah berhasil mengoleksi 125 medali emas.

Perolehan tersebut menempatkan Lombok Tengah di posisi juara umum kedua se-NTB, hanya berada di bawah Kota Mataram.

Capaian itu kemudian dipandang sebagai gambaran keberhasilan pembinaan olahraga prestasi di Lombok Tengah sekaligus menjadi salah satu alasan munculnya dorongan agar Pathul Bahri dipertimbangkan untuk memimpin KONI NTB.

Wakil Ketua III KONI Lombok Tengah, H. Lalu M. Isnaini, menilai torehan 125 medali emas bukan sekadar angka.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari sinergi antara pemerintah daerah, KONI, atlet, pelatih serta masyarakat Lombok Tengah.

“125 medali emas ini bukan hanya sekadar angka. Ini adalah legasi keberhasilan Bapak Bupati H. Lalu Pathul Bahri dalam mengelola manajemen olahraga di Lombok Tengah. Beliau telah memberikan support yang sangat baik kepada KONI Lombok Tengah,” ujarnya dikutip dari sejumlah media online.

Atas dasar prestasi dan komitmen tersebut, KONI Lombok Tengah menilai Pathul Bahri memiliki kapasitas untuk dipertimbangkan dalam kontestasi Ketua KONI Provinsi NTB periode 2026-2030.

Bukan Sekadar Soal Medali

Roy juga melihat Pathul Bahri memiliki sejumlah modal strategis apabila benar-benar masuk dalam bursa Ketua KONI NTB.

Menurut Roy, setidaknya terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi kekuatan Pathul Bahri dalam mendorong kemajuan olahraga NTB.

Pertama, jejaring pemerintahan dan kemampuan membangun sinergi lintas daerah. Posisi Pathul Bahri sebagai Bupati Lombok Tengah dinilai dapat menjadi modal dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Sinergi tersebut, menurut Roy, berpotensi mendukung penguatan program pembinaan atlet, termasuk persiapan menghadapi ajang olahraga nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), tentu dengan tetap mengikuti mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku.

Faktor kedua adalah pengalaman Lombok Tengah dalam mengembangkan konsep sport tourism.

Selain itu, pembangunan dan penguatan infrastruktur olahraga juga menjadi perhatian.

Sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dinilai dapat membuka peluang pengembangan fasilitas olahraga yang lebih representatif, mulai dari stadion, gedung olahraga hingga pusat pelatihan atlet.

Bursa Ketua KONI NTB Makin Menarik

Munculnya nama Pathul Bahri membuat peta persaingan Ketua KONI NTB berpotensi berubah.

Sebelumnya, perhatian publik tertuju pada Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal. Namun, setelah keduanya dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh TPP, ruang kontestasi kini menjadi lebih terbuka.

Di tengah situasi tersebut, nama Pathul Bahri mulai mendapatkan sorotan, terutama setelah muncul dukungan dari lingkungan olahraga Lombok Tengah.

Jika wacana tersebut berkembang menjadi pencalonan resmi, persaingan Ketua KONI NTB periode 2026-2030 tentu akan menjadi semakin menarik.

Apalagi, Pathul Bahri datang dengan modal pengalaman sebagai kepala daerah dan catatan prestasi olahraga Lombok Tengah yang berhasil meraih 125 medali emas pada PORPROV NTB XII 2026. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *