Ini Pesan Gubernur Saat Lepas 39 Penerima Beasiswa S2 ke Eropa

Mataram, SIARPOST – Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah SE M Sc berpesan agar 39 awardee atau penerima beasiswa S2 di Eropa (Ceko dan Polandia) bisa membuka cakrawala pemikiran tentang perubahan.

Dikatakan Gubernur, hal itu dimulai dari merubah cara berpikir dengan mencari pengalaman tentang hidup di pusat denyut perubahan dunia.

“Karena tidak ada gunanya mendapat nilai atau prestasi sempurna jika tak punya sahabat atau meninggalkan kesan buruk di masyarakat”, pesan Gubernur saat pelepasan di Graha Bhakti Praja kantor Gubernur, Rabu (22/09).

Baca juga : Terduga Pelaku Curas di Sumbawa Serahkan Diri

Dikatakan Gubernur, seperti juga pengalaman hidup bangsa saat para founding fathers yang notabene adalah pelajar lulusan luar negeri, memiliki kesadaran untuk merdeka dan melakukan perubahan yang lebih baik bagi orang Indonesia di masa perjuangan dahulu.

Gubernur juga meyakinkan para orangtua awardee yang mendampingi bahwa negara Eropa yang maju adalah tempat yang aman.

Gubernur menambahkan, pemerintah provinsi tak mewajibkan para awardee untuk kembali ke kampung halaman. Program unggulan 1000 Cendekia dimaksudkan untuk mengantarkan mereka yang terpilih dan mendapatkan kesempatan untuk membuka cakrawala baru karena belajar keluar negeri adalah perjalanan spiritual untuk merubah cara pandang dalam pikiran untuk memperjuangkan cita cita perubahan untuk bangsa dan negara.

Baca juga : Kadis Kominfo Sumbawa Barat Ungkap Penyebab Sinyal Internet Lelet

Zikril Hakim, perwakilan awardee mengatakan, program 1000 Cendekia yang digagas oleh pemerintah provinsi NTB adalah satu satunya di Indonesia.

“Pemerintah provinsi saya katakan sangat berani melaksanakan program ini yang memberi kesempatan tapi kami juga berkomitmen akan berkontribusi untuk NTB”, kata Hakim.

Sementara itu, perwakilan orangtua awardee H Muslim mengatakan, meski berat melepas anak anak bersekolah keluar negeri namun ia menyadari perjuangan untuk terpilih sebagai awardee adalah setengah perjalanan menuju cita cita.

“Persaingan mendapatkan beasiswa juga berat sehingga keikhlasan dan doa mengiringi langkah anak anak kita”, pungkas orangtua yang putrinya mendapatkan beasiswa ke Ceko. (jm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *