Anggota Kodim 1628/KSB Lakukan Pembersihan Pasca Banjir Dan Puting Beliung

 

Sumbawa Barat, SIARPOST – Anggota Koramil 1628-03 dan Kodim 1628/Sumbawa Barat membantu warga membersihkan dan melakukan pembenahan lingkungan di Desa Meraran Kecamatan Seteluk yang terkena banjir, Minggu (11/12).

Pembersihan juga dilakukan anggota di sejumlah rumah warga yang terkena angin puting beliung pada hari yang sama di Kelurahan Telaga Bertong Kecamatan Taliwang.

“Pasca banjir di Meraran dan angin puting beliung di Bertong, kami langsung terjun membantu warga melakukan pembersihan,” ujar Dandim 1628/KSB melalui Kasdim Mayor Inf Dahlan, Senin (12/12).

Kejadian tersebut, ungkap Kasdim, karena sebelumnya intensitas hujan yang cukup tinggi di Wilayah Sumbawa Barat pada hari Minggu sekitar pukul 15.10 wita, mengakibatkan terjadi banjir kiriman air dari gunung dan masuk ke rumah penduduk serta fasilitas umum seperti sekolah.

Saluran air parit yang ada di tiap gang / jalan kampung yang ada di Desa Meraran tidak bisa menampung air hujan akibat kondisi sangat kecil disertai adanya air hujan kiriman dari perbukitan / gunung di sekitar desa meraran melewati perkampungan warga.

Kondisi air kiriman dari gunung semakin besar sehingga semua gang Desa Meraran dipenuhi air kiriman dari gunung setinggi sekitar 10 – 30 cm sesaat setelah hujan redah Sekitar pukul 15.55 wita air kiriman sudah surut.

Selain itu, beberapa warga Telaga Bertong yang tertimpa angin puting beliung pada minggu (11/12/2022) mengakibatkan atap rumah warga rusak diterjang angin puting beliung.

Akibat kejadian Banjir dan puting beliung tidak ada korban jiwa Beberapa rumah penduduk sempat terkenang air setinggi mata kaki orang dewasa, Tembok sekolah SDN 1 Meraran Ambruk, Gang yang sedang di perbaiki Rusak, untuk dampak puting beliung beberapa atap rumah warga terbang ditiup angin.

Kegiatan karya bakti pembersihan dampak banjir maupun puting beliung sebagai bentuk kepedulian Kodim 1628/SB dalam membantu kesulitan masyarakat agar dapat sedikit membantu meringankan beban masyarakat serta memupuk kepedulian dan budaya gotong ditengah masyarakat, pungkas Kasdim.

Kasdim juga menyampaikan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dalam setiap aktifitas untuk tetap mewaspadai kemungkinan timbul bencana alam agar dapat mengurangi resiko korban, demikian juga agar tetap jaga kelestarian alam, kebersihan lingkungan, termasuk selokan dan parit sebagai upaya mencegah terjadinya banjir saat intensitas hujan tinggi, ujar Kasdim.

Exit mobile version