Jenazah PMI Asal Lombok Timur Ahmad Supriadi Tiba di Tanah Air, Disambut Haru Keluarga di Desa Wakan

Lombok Timur, SIAR POST — Suasana haru mewarnai penyambutan jenazah Ahmad Supriadi (42), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Ulu, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, pada Rabu (7/1/2026).

Ahmad wafat di Malaysia pada 28 Desember 2025. Jenazah almarhum telah dipulangkan ke Indonesia dan dijemput langsung oleh pihak keluarga.

Berdasarkan Surat Bukti Pencatatan Kematian yang diterbitkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Ahmad Supriadi dinyatakan meninggal dunia di Hospital Tengku Ampuan Afzan pada pukul 19.26 waktu setempat, dengan penyebab kematian Communicating Hydrocephalus.

Keluarga dari Almarhum yakni Mawardi yang dimintai keterangan oleh media ini mengatakan, menurut informasi bahwa kakak nya meninggal diakibatkan paru-paru basah.

Namun jika dilihat jenis penyakitnya lebih kepada penumpukan cairan di otak yang menyebabkan tekanan otak meningkat hingga berakibat kematian.

Pihak rumah sakit memastikan tidak dilakukan autopsi atas permintaan keluarga.
Proses kepulangan jenazah diurus secara resmi dan tercatat dalam daftar kematian WNI di Johor Bahru.

Pengurusan transportasi jenazah difasilitasi oleh berbagai pihak, termasuk BP2MI, BP3MI, Dinas Tenaga Kerja Lombok Timur, KJRI Johor Bahru, BASNAS, yayasan YPTKIS, serta Yayasan Titian Ummah Enterprise di Malaysia.

Adik kandung almarhum yang juga Ketua DPD LBH HKTI NTB, Mawardi, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan dan bantuan yang diberikan.

“Kami atas nama keluarga besar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah Abangda kami Ahmad Supriadi. Terima kasih kepada Disnaker Lombok Timur dan Provinsi, BP2MI, BP3MI, KJRI, BASNAS, Yayasan YPTKIS, serta sahabat-sahabat kami di Malaysia dari Yayasan Titian Ummah Enterprise dan pihak Kedutaan Malaysia,” ujar Mawardi.

Ia menuturkan, jenazah kini telah tiba di kampung halaman untuk dimakamkan secara layak bersama keluarga tercinta.

Ahmad Supriadi diketahui bekerja sebagai PMI di Malaysia untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pemerintah melalui instansi terkait memberikan pendampingan penuh sejak proses administrasi hingga pemulangan.

Pemulangan jenazah juga dilakukan sesuai prosedur penerbangan dari Johor Bahru menuju Kuala Lumpur dan dilanjutkan ke Indonesia, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Mawardi berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar perlindungan bagi PMI terus diperkuat.
“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami sangat berterima kasih atas solidaritas semua pihak,” tutupnya.

Masyarakat setempat turut menyampaikan doa dan belasungkawa atas kepergian almarhum.

Rencananya jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Wakan, Jerowaru.

Redaksi | SIAR POST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *