Usai Dilantik Jadi Kepala Bapenda NTB, dr. Jack Siapkan Strategi “Gas PAD” dan Pemetaan Potensi Pendapatan Daerah

Kepala Bapenda NTB, dr. Jack. Dok Berita Rinjani

MATARAM, SIAR POST – Baru saja dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, dr. Jack langsung menegaskan fokus kerjanya, memperkuat dan mengakselerasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB secara berkelanjutan.

Ditemui usai pelantikan, Jumat (9/1/2026) dr. Jack menyatakan bahwa langkah awal yang akan dilakukannya adalah meminta arahan langsung dari Gubernur NTB sebagai dasar kebijakan dan strategi kerja di Bapenda.

“Kita minta arahan gubernur dulu. Itu akan menjadi dasar sebelum kita bekerja penuh,” ujar dr. Jack.

Setelah itu, ia akan melakukan mitigasi dan pemetaan menyeluruh terhadap seluruh sumber PAD untuk melihat sektor mana yang memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal.

Menurutnya, pengelolaan pendapatan daerah harus dilakukan secara terukur, berani, dan berbasis data.

“Target PAD tahun ini akan kita mitigasi dulu. Mana yang punya potensi mendatangkan pendapatan, itu yang kita gas,” tegasnya.

dr. Jack menilai, Bapenda membutuhkan percepatan kerja dan keberanian mengambil langkah strategis. Ia menekankan pentingnya perubahan cara kerja birokrasi agar lebih adaptif, cepat, dan berorientasi pada hasil.

“Kita harus berani bermimpi dan berani berlari. Kalau jalannya pelan, potensi PAD akan terus tertinggal,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa latar belakang profesinya sebagai dokter menjadi hambatan dalam mengelola institusi penghasil pendapatan daerah. Menurutnya, kepemimpinan dan pengalaman mengelola organisasi jauh lebih menentukan.

“Dari dokter jadi kepala OPD yang cari uang itu bisa,” ujarnya.

Sebagai bukti, dr. Jack mengungkapkan pengalamannya saat memimpin RSUD Provinsi NTB, di mana pendapatan rumah sakit meningkat signifikan dari sekitar Rp12 miliar menjadi Rp40 miliar.

Capaian tersebut, menurutnya, lahir dari pembenahan sistem, disiplin kinerja, dan orientasi hasil.

Pengalaman itu akan menjadi bekal dalam menata Bapenda NTB, terutama dalam memperkuat sistem pemungutan pajak dan retribusi daerah, mempercepat proses bisnis, serta memastikan setiap potensi pendapatan benar-benar masuk ke kas daerah.

Dengan pendekatan kerja yang progresif dan berorientasi hasil, dr. Jack optimistis Bapenda NTB dapat menjadi motor penggerak peningkatan pendapatan daerah untuk mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

REDAKSI | SIARPOST

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *