Pekan Literasi SMPN 3 Kayangan Jadi Ajang Adu Bakat dan Mental Siswa, Dari Puisi hingga Permainan Tradisional

Lombok Utara,SIARPOST — Pekan Literasi di SMP Negeri 3 Kayangan tahun ini tidak sekadar seremoni tahunan. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, Muhammad Najip, M.Pd, berubah menjadi panggung kompetisi bakat, kreativitas, dan keberanian tampil ratusan siswa dari tingkat SD hingga SMP.

Sejak pagi, halaman sekolah dipadati peserta dan tamu undangan. Nuansa semangat terlihat dari penampilan tari penyambutan hingga antusiasme peserta lomba yang datang membawa persiapan matang. Pekan Literasi digelar bertepatan dengan 15 Sya’ban 1447 H dan menjadi agenda rutin yang terus diperkuat setiap tahunnya.

Kepala SMPN 3 Kayangan, Maulidi, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya formalitas program sekolah, melainkan wadah nyata untuk mengasah kemampuan siswa di bidang bahasa, seni, dan budaya.

“Ini komitmen kami untuk memberi ruang unjuk kemampuan. Literasi harus hidup dalam praktik, bukan hanya di buku. Karena itu lomba-lomba kami desain kompetitif dan terbuka,” ujarnya.

Beragam cabang lomba digelar. Untuk tingkat SD meliputi lomba puisi, pidato, dan menyanyi. Sementara tingkat SMP bertanding dalam pidato, puisi, menyanyi, selodor (permainan tradisional), serta tarik tambang memadukan kekuatan literasi dengan ketangkasan dan kerja tim.

Kadis Dikbudpora KLU, Muhammad Najip, menilai pendekatan tersebut tepat karena literasi tidak boleh dimaknai sempit. Menurutnya, literasi adalah fondasi kreativitas dan karakter.

“Literasi bukan hanya membaca dan menulis. Ini tentang keberanian berpikir, berpendapat, dan mengekspresikan diri. Lomba seperti ini membentuk mental tampil dan daya saing siswa,” tegasnya saat membuka acara.

Dukungan juga datang dari perwakilan Balai Bahasa Provinsi NTB. Mereka menilai konsistensi SMPN 3 Kayangan dalam menggelar Pekan Literasi menjadi contoh konkret penguatan ekosistem literasi sekolah yang melibatkan kolaborasi pemerintah, pendidik, dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan berbasis lomba sastra dan bahasa seperti ini efektif menumbuhkan minat sekaligus menjaga keberlanjutan budaya literasi di kalangan pelajar.

Acara pembukaan turut dihadiri unsur kecamatan, TNI–Polri, kepala desa, kepala sekolah SD dan SMP sekitar, komite sekolah, serta civitas akademika. Rangkaian pembukaan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar seluruh kompetisi berjalan lancar dan melahirkan talenta muda yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

Dengan format yang semakin kompetitif dan variatif, Pekan Literasi SMPN 3 Kayangan kini bukan hanya agenda sekolah tetapi sudah menjadi arena pembuktian kemampuan siswa Lombok Utara.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *