‎Lentera Ramadan Dimulai dari Lombok Utara, Gubernur Tegaskan NTB Tak Boleh Mataram-Sentris



‎Lombok Utara,SIARPOST – Kegiatan Lentera Ramadhan resmi dimulai dari Kabupaten Lombok Utara (KLU). Namun lebih dari sekadar seremoni pembukaan, momentum ini dimanfaatkan Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk menegaskan arah pembangunan daerah: NTB tidak boleh lagi berpusat di Mataram.

‎Dalam sambutannya, Gubernur NTB menekankan bahwa pemilihan Lombok Utara sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Kabupaten termuda di NTB itu dipilih sebagai simbol pemerataan pembangunan.

‎“Pembangunan di NTB tidak boleh Mataram-sentris. Harus menyebar dari Ampenan sampai Sape,” tegasnya.

‎Lentera Ramadan akan berkeliling ke sejumlah kabupaten/kota sebelum ditutup di Kota Mataram. Setelah dari Lombok Utara, kegiatan dijadwalkan bergerak ke Lombok Barat, Sumbawa, Bima, Dompu, Lombok Tengah, dan berakhir di kota tertua tersebut.

‎Sorotan utama Gubernur juga tertuju pada Bank NTB Syariah sebagai sponsor utama kegiatan. Ia mengakui bank kebanggaan daerah itu sempat menghadapi tantangan serius, termasuk pemblokiran layanan mobile banking akibat persoalan keamanan siber.

‎Pihak manajemen bahkan merekrut eksekutif IT dari bank digital nasional demi memperkuat sistem keamanan. Langkah ini dilakukan untuk meyakinkan Bank Indonesia bahwa Bank NTB Syariah siap menjaga sistem digitalnya dari ancaman serangan siber.

‎Gubernur juga mengungkapkan bahwa Bank NTB Syariah menjadi bank kedua di Indonesia yang dipercaya mengelola dana BGN di NTB, setelah Bank Jabar.

‎“Kami serius membenahi. Mohon dukungan dan kepercayaan masyarakat untuk kembali menggunakan Bank NTB,” ujarnya.

‎Dalam beberapa hari ke depan, layanan mobile banking disebut akan segera diluncurkan kembali.

‎60 UMKM Terlibat, Lentera Ramadan Jadi Ruang Ekonomi Rakyat

‎Tak hanya menjadi panggung dakwah dan hiburan religi yang menghadirkan penyanyi religi nasional Opick kegiatan ini juga membuka ruang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

‎Sebanyak 60 UMKM Lombok Utara dilibatkan untuk memamerkan sekaligus menjual produk mereka selama acara berlangsung.

‎Gubernur berharap kegiatan ini memberi dampak langsung bagi perputaran ekonomi masyarakat.

‎“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi teman-teman UMKM untuk mempromosikan produknya,” katanya.

‎Sementara itu, Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menyampaikan rasa bangga karena daerahnya dipercaya menjadi titik awal rangkaian kegiatan tingkat provinsi tersebut.

‎Ia menyebut kehadiran Gubernur dan jajaran Forkopimda menjadi suntikan semangat bagi pemerintah daerah yang tengah melakukan pembenahan di berbagai sektor.

‎Najmul juga memaparkan sejumlah pembangunan yang sedang berjalan, termasuk penataan alun-alun dan penguatan fungsi Islamic Center sebagai pusat kegiatan keagamaan kabupaten.

‎“Lombok Utara saat ini sedang berbenah. Kami terus berharap arahan dan dukungan dari Pemerintah Provinsi agar masyarakat kami semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

‎Di tengah hujan yang mengguyur lokasi acara, suasana justru terasa lebih hangat. Bagi sebagian warga, hujan malam itu dianggap sebagai tanda keberkahan, mengiringi dimulainya Lentera Ramadan dari kabupaten paling muda di NTB sebuah simbol bahwa pembangunan tak lagi bertumpu pada satu kota, tetapi bergerak merata ke seluruh penjuru daerah.(Niss)

Exit mobile version